Parepare

Gelar Ramadan Sosial Keagamaan, KPPP Parepare Berbagi di Pesantren Al Birru

×

Gelar Ramadan Sosial Keagamaan, KPPP Parepare Berbagi di Pesantren Al Birru

Sebarkan artikel ini
Gelar Ramadan Sosial Keagamaan, KPPP Parepare Berbagi di Pesantren Al Birru
Kepala KPPN Kota Parepare, Ferryal Resque, saat berinteraksi dengan puluhan santri, dalam kunjungannya di pesantren Al Birru Parepare. -ist/sindosulsel-

SINDOSULSEL.COM, Parepare – Memanfaatkan ramadan tahun ini, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kota Parepare, gelar kegiatan sosial keagamaan. Salah satunya, dengan mengujungi pesantren Al Birru Parepare, untuk menyerahkan donasi yang secara swadaya dari seluruh pegawai dan PPNPN, sebagai tanda tali kasih mendukung pendidikan dan keagamaan, di pesantren tersebut.

Kepala KPPN Parepare, Ferryal Resque mengatakan, bersama perwakilan pegawai KPPN, pihaknya disambut hangat oleh pendiri yayasan, serta pengurus pesantren. Ferryal berpendapat, kehadiran KPPN di pesantren tersebut, adalahtakdir yang telah ditentukan Tuhan. “Begitu banyak pesantren dan panti di Parepare, dan Allah mentakdirkan kami singgahnya disini (Al Birru),” Kata Ferryal.

Kepala Sub Bagian Umum KPPN Parepare Akbar, yang menjadi PIC kegiatan, telah berkoordinasi sebelumnya dengan pengurus yayasan Rahmat, sehingga kegiatan berjalan dengan lancar. Para Siswa SMP dan SMA Yayasan Al Birru yang sementara sedang istirahat dari pembelajarannya, dapat secara lepas bertatap muka dengan Kepala KPPN dan jajarannya.

Sementara Pendiri Yayasan Al Birru Parepare, Ustaz Gufron berterimakasih atas kunjungan keluarga besar KPPN Parepare, yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada para santri. “Satu keyakinan kami sejak pertama merintis pesantren ini, tidak ada manusia yang akan terlantarkan hal makan. Karena Allah menjamin, siapapun yang hidup pasti memiliki rezeki. Ini terbukti. Hari ini KPPN hadir memberikan donasinya, untuk anak-anak dapat memiliki energi cukup untuk belajar dengan adanya bahan pangan yang diberikan,” Ustaz Gufron memaparkan.

Ustaz Gufron menggambarkan, sebanyak 86 santri dan santriwati yang menjalani pembinaan di yayasan pesantren yang dipimpimpinnya, diantaranya berasal dari Kabupaten Enrekang, Luwu, Pinrang, Wajo, Palopo, Jeneponto dan lain-lain. Semua yang hendak masuk menjadi santri harus mematuhi tata tertib yang dikeluarkan yayasan. “Ada tiga syarat yang harus dipenuhi santri sebelum masuk ke pesantren kami, diantaranya salat, mengaji dan sekolah,” jelasnya.

Di empat yang sama, Kepala Sekolah SMP Al Birru Parepare, Nurjaya mengaku, selama 10 tahun mendedikasikan dirinya di pesantren tersebut, semua anak-anak yang dininanya menjalankan tugas belajarnya dengan baik. “Adapun kenakalan yang terkadang muncul, masih berada dalam batas kewajaran dan tidak menjadi masalah yang berarti,” tandasnya.

(*)