SINDOSULSEL.COM, Luwu – Sejumlah petugas penjaga pintu air atau Petugas Irigasi Desa (PID) asal Kabupaten Luwu, melakukan aksi demo di Kantor DPRD Provinsi Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin, (14/10/2024) siang.
Bersama ribuan PID dari kabupaten dan kota lain di Sulsel, petugas pintu air Kabupaten Luwu, menuntut diikutkan dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024.
Isran atau Dalli, petugas pintu air yang bertugas di Daerah Irigasi (DI) Bajo, mengaku sudah puluhan tahun sebagai tenaga honorer dan mengabdi untuk petani namun namun nasibnya tidak pernah diperhatikan pemerintah untuk diangkat sebagai PPPK apalagi sebagai CPNS.
Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Kabupaten Luwu, Musjabbar, mengaku tidak mengetahui adanya petugas pintu air asal Luwu yang ikut dalam aksi demo di Kantor DPRD Provinsi Sulsel, di Makassar.
Baca juga : 961 Honorer di Luwu Akan Diangkat Sebagai PPPK
“Mungkin bukan pegawai honorer kita, bukan honorer Pemkab Luwu,” ujarnya. Dijelaskan, Musjabbar, PID di Luwu dibawahi oleh tiga instansi daerah, yakni Pemkab Luwu, Provinsi Sulsel dan Balai dan Kementerian PUPR.
“Petugas penjaga pintu air yang dibawahi Kabupaten Luwu seluruhnya 69 orang. Status mereka seluruhnya petuga honorer, digaji Rp700 ribu per bulan,” sebutnya.
69 PID dengan status honorer Pemkab Luwu bertugas di tiga Ranting Daerah Irigasi. Yakni, Ranting Bajo, Padang Sappa dan Walmas. 69 PID ini masing-masing bertugas di satu Daerah Irigasi (DI) yang ada di Kabupaten Luwu.
“Yang demo mungkin PID yang dibawahi Dinas PUPR Provinsi atau Balai,” sebut Musjabbar. Terkait formasi PPPK tahun 2024 untuk petugas penjaga pintu air, Luwu mendapat 18 kuota.
“Luwu ada lowongan PPPK untuk penjaga pintu air 18 orang, yang akan dibagi masing-masing, 6 orang ke 3 wilayah ranting, Walmas, Padang Sappa, Bajo,” tutup Musjabbar.
Baca juga berita di Google News












