PINRANG – Tim Terpadu yang terdiri dari BPBD Pinrang, PSDA, TNI dan Polri didampingi tokoh masyarakat Dusun Babana, meninjau Sungai Saddang.
Kepala Kalaksa BPBD Pinrang, Rhommy Manule, menjelaskan kondisi Sungai Saddang, dimana telah terjadi perubahan bentang alam Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Saddang, apalagi di daerah hilir, tepatnya Dusun Babana dan Dusun Cilellang Desa Bababinanga.
“Ini wilayah yang berhimpit aliran Sungai Saddang. Itu sudah kami amati dan temukan sejak kedatangan kami saat kejadian tanggal 7 dan 8 Maret lalu,” katanya.
Saat itu lanjut Rhommy, BPBD dan pihak terkait langsung mengevakuasi warga yang tinggal di bantaran sungai. “Kami mempelajari, ada perubahan alur dan arus sungai yang dipengaruhi oleh faktor perubahan iklim dan cuaca,” jelasnya.
Faktor itu dipengaruhi curah hujan, hidrometeorologi, tekstur topografi, morfologi tanah dan geomorfologi yang semuanya bersiklus sebagai perubahan lingkungan.
“BPBD bersama Dinas PSDA, TNI-Polri, telah melakukan pemetaan dan survei jejak untuk memitigasi potensi dampak abrasi sungai di Dusun Babana,” terangnya.
Baca juga : https://sindosulsel.com/sungai-saddang-meluap-bangunan-sarang-burung-walet-ambruk-terseret-banjir/
BPBD telah mengimbau warga sepanjang Sungai Saddang agar selalu waspada dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat.
Kepala Bidang PSDA Husni mengatakan, temuan tim segera dikoordinasikan ke pihak Balai Besar Wilayah Sungai Jeneberang Pompengan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Husni menambahkan, di lapangan juga ditemukan abrasi sungai yang menggerus dan merobohkan tebing sungai,
“Kami temukan terjadi abrasi sungai sekitar 2 kilometer, dan 200 meter bentangan abrasi sungai yang merobohkan tanggul penguat dimana posisinya hampir mendekati pemukiman warga,” ujarnya.
Dinas PSDA Pinrang sedang menyiapkan justifikasi teknisnya untuk penanganan abrasi sungai dengan pihak BBWS Jeneberang Pompengan, yang diperkuat data dukung BPBD Pinrang.
Sebelumnya sebuah gedung sarang walet ambruk akibat tebing Sungai Jeneberang yang rapuh, dengan kandungan tanah lempung pasir. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Baca juga berita di Google News












