SINDOSULSEL.COM, Sidrap – Wisuda perdana Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (Unisan Sidrap) pada Selasa (22/4/2025) yang seharusnya menjadi momen penuh haru dan kebanggaan, justru dibayangi duka mendalam.
Sebanyak 70 mahasiswa resmi diwisuda dalam seremoni yang menandai transformasi kampus dari STIE Ichsan menjadi universitas.
Namun, kehadiran sosok penting yang selama ini menjadi bagian dari perjuangan akademik mereka, L — dosen Fakultas Ekonomi — tidak tampak.
L diketahui tidak menghadiri momen bersejarah tersebut karena tengah menghadapi kasus dugaan pemerkosaan yang terjadi di lingkungan kampus. Yudisium yang digelar sehari setelah laporan kasusnya masuk ke polisi pun berlangsung tanpa dirinya.
“Saat wisuda, ibu (L) sudah tidak terlihat di kampus,” ungkap salah satu mahasiswa yang enggan disebutkan namanya.
Mahasiswa tersebut juga membenarkan bahwa kasus dugaan kekerasan seksual yang menimpa L telah menjadi bahan perbincangan di kalangan civitas akademika.
Kronologi kejadian hingga salinan laporan ke polisi disebut sudah menyebar di berbagai grup WhatsApp kampus.
Laporan resmi dari L diterima oleh Polres Sidrap pada Jumat (11/4/2025), dengan nomor registrasi LPB/202/IV/2025/SPKT/RES SIDRAP/POKDA SULSEL.
L baru berani melapor setelah mendapat dukungan dari keluarganya, menyusul tekanan dan ancaman dari terduga pelaku.
Ketidakhadiran L dalam wisuda tersebut menjadi simbol luka di balik perayaan yang seharusnya penuh kebahagiaan.
Sebuah ironi yang menyelimuti toga-toga yang berkibar di hari kelulusan.












