Sidrap

Mahasiswa Desak Pemecatan Dosen MJ

×

Mahasiswa Desak Pemecatan Dosen MJ

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Desak Pemecatan Dosen MJ

SINDOSULSEL.COM, Sidrap – Mahasiswa Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (Unisan Sidrap), mendesak pihak kampus untuk segera memecat MJ, yang diduga telah melakukan tindakan asusila terhadap rekan sesama dosen, SL.

Aliansi Organisasi Mahasiswa Internal kampus menggelar aksi protes, mengecam sikap kampus yang dinilai lamban dalam mengambil tindakan tegas terhadap MJ, meskipun bukti dan pengakuan telah dimiliki.

“Pelaku sudah mengakui perbuatannya dan siap menerima sanksi apapun. Tapi kampus justru terkesan takut bertindak. Ini memalukan,” tegas Yoga, koordinator aksi mahasiswa.

Mahasiswa menuntut pemecatan permanen terhadap MJ, menilai bahwa tindakan tersebut telah mencoreng nama baik kampus dan tidak sejalan dengan etika seorang pendidik.

Menanggapi desakan tersebut, perwakilan kampus, Jimmi, menjelaskan bahwa pihak universitas harus berhati-hati agar proses pemecatan tidak melanggar prosedur hukum yang berlaku.

“Kami tidak mendukung tindakan asusila, namun kami harus menempuh jalur yang benar agar tidak menimbulkan gugatan hukum baru. Semua bukti harus dikumpulkan agar keputusan yang diambil kuat secara administratif dan hukum,” ujar Jimmi.

Hal senada disampaikan Rektor Unisan Sidrap, Dr. Darnawati. Ia meminta mahasiswa menyerahkan seluruh bukti yang dimiliki agar pihak universitas dapat mengambil langkah tegas.

Sebagai langkah awal, pihak kampus telah menonaktifkan sementara MJ dan SL usai rapat senat kampus, sembari menunggu hasil investigasi lebih lanjut.

Sementara itu, perkembangan kasus di ranah hukum juga terus berjalan.

Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Setiawan Sunarto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari korban dan telah melakukan pemeriksaan terhadap korban serta beberapa saksi.

“Proses penyelidikan masih berlangsung. Kami telah memeriksa korban dan sejumlah saksi, dan dalam waktu dekat akan dilakukan pemanggilan tambahan,” ujar AKP Setiawan.

Mahasiswa menegaskan, jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan tegas dari pihak kampus, mereka akan menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar. Mereka menolak diam saat moralitas institusi pendidikan dipertaruhkan.