SINDOSULSEL.COM, Sidrap – Organisasi tertua dan terbesar di Indonesia Timur, Matador’s Perjuangan, yang diketuai oleh Dhayadi Eman Rosi, kembali menunjukkan solidaritasnya dengan melantik 102 personel baru dari kalangan pemuda dan pemudi. Pelantikan berlangsung di Desa Allekuang, Kecamatan Maritengangae, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, pada Minggu (10/08/2025).
Matador’s Perjuangan dikenal sebagai organisasi dengan ribuan anggota, bahkan benderanya telah berkibar di luar negeri. Hal ini menjadi bukti bahwa jangkauan Matador’s Perjuangan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara lain.
Bendera organisasi ini memiliki ciri khas tiga warna—merah, biru, dan putih—dengan lambang delapan bintang serta tanduk banteng.
Penasehat Matador’s Perjuangan, Saenal Rosi, membenarkan adanya pelantikan 102 personel baru tersebut. Ia menegaskan bahwa proses menjadi anggota Matador’s Perjuangan tidak instan.
“Pelantikan bukan hanya sekadar masuk daftar nama, tapi membutuhkan proses panjang dan fisik yang kuat. Setelah lolos uji fisik barulah bisa dilantik dan mengenakan seragam resmi Matador’s Perjuangan,” jelas Saenal Rosi.
Ketua Umum Matador’s Perjuangan, Dhayadi Eman Rosi, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya pelantikan ini.
“Alhamdulillah, setelah melalui malam yang panjang dan berbagai kegiatan, kita tiba di penghujung acara, yaitu pelantikan. Kini Matador’s Perjuangan kembali hadir untuk dekat dan mendukung masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, stigma negatif yang sempat melekat di masa lalu kini berubah.
“Dulu, jika ada kekacauan di tengah masyarakat, sering kali dituding berasal dari Matador’s Perjuangan. Tapi di zaman modern ini, kami hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” tutup Dhayadi Eman Rosi.












