SINDOSULSEL.COM, Makassar – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menerima kunjungan perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA) di Ruang Rapat Sekda pada Rabu, (1/10/2025).
Pertemuan ini berfokus pada kelanjutan program kerja sama yang telah terjalin, termasuk rencana strategis penempatan tenaga kerja vokasi dari Sulawesi Selatan untuk bekerja di Jepang.
Sekda Jufri Rahman menyambut baik komitmen JICA untuk keberlanjutan program. Pihak JICA menyampaikan bahwa pada tahun 2026, seorang tenaga ahli (advisor) baru akan hadir untuk memastikan program-program yang sudah dirintis, khususnya oleh advisor sebelumnya, Bapak Shintani, dapat terus berjalan.
“Pihak JICA menyampaikan, bahwa itu memberi jaminan bahwa insya Allah new advisor itu akan melanjutkan program-program yang telah diterapkan dan dicapai oleh Pak Shintani,” ujar Jufri Rahman.
Rp674,9 Miliar Digelontorkan, Stadion Sudiang Ditarget Rampung Hanya 18 Bulan
Kerja sama Pemprov Sulsel dan JICA dinilai telah memberikan nilai tambah yang signifikan dalam pembangunan daerah, terutama melalui pelatihan vokasi dan peningkatan kapasitas masyarakat.
Salah satu keberhasilan yang disorot adalah program perubahan pola pikir masyarakat di Kabupaten Takalar.
Melihat keberhasilan program di Takalar, Sekda Sulsel menyarankan agar praktik baik ini diangkat ke level yang lebih luas. “Saya sarankan praktik baik yang sudah berhasil itu sebaiknya di-scaling up, diangkat ke level nasional, jadi program seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Program di Takalar dinilai berhasil mengubah perilaku masyarakat dan layak dijadikan benchmark bagi daerah lain.
Lebih lanjut, Sekda Sulsel juga mendorong JICA untuk memperluas dukungannya dalam bentuk pendampingan pelatihan bagi pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
“Jepang kan butuh tenaga kerja sekarang. JICA itu memotret tenaga kerja apa yang dibutuhkan di Jepang sekarang. Kemudian kirimkan trainer, instruktur di Jepang untuk melatih keahlian yang dibutuhkan itu kepada sekolah-sekolah vokasi yang ada,” kata Jufri.
Pemprov Sulsel Percepat Transisi SPBE Menuju Pemerintah Digital 2026
Kerja sama ini menciptakan peluang nyata bagi masyarakat Sulsel, khususnya para lulusan SMK, untuk bekerja di Jepang setelah menjalani pelatihan sesuai standar industri. Sekda Jufri Rahman menyebutnya sebagai solusi win-win.
“Kalau sudah mereka melewati pelatihan dan dianggap memiliki skill, itu dikirim ke Jepang, diserap oleh pasar di sana, pasar kerja. Jadi itu win-win solution kan,” tambahnya.
Hal ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga tetapi juga menjadi kontribusi efektif dalam menurunkan angka pengangguran di daerah.
Di sisi lain, Senior Representative JICA Indonesia Office, Okamura Kenji, menegaskan bahwa fokus kerja sama tidak hanya pada penempatan tenaga kerja, tetapi juga pada isu pembangunan berkelanjutan di daerah, termasuk penanggulangan kemiskinan.
Okamura menegaskan komitmen JICA terhadap peningkatan kapasitas dan penanggulangan kemiskinan di Sulsel.
“Kami membahas terkait penanggulangan kemiskinan. Kemarin kami berkunjung ke Kabupaten Takalar untuk membahas hal tersebut, kami harap program ini terus berlangsung dalam waktu yang lama ke depan,” tandasnya. (*)












