SINDOSULSEL.COM, Luwu – DPD I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menekankan pentingnya memperkuat integritas, partisipasi, dan keadaban politik dalam menghadapi dinamika politik nasional menuju Pemilu 2029.
Hal itu disampaikan, H. Andi Marzuki Wadeng, Sekretaris DPD I Partai Golkar Sulsel, dalam materinya bertajuk “Tantangan Integritas, Partisipasi, dan Keadaban Politik Menuju 2029” di Hotel Subur, Luwu Kami, (30/10/2025).
Kegiatan Pendidikan politik kader Partai Golkar Kabupaten Luwu, tersebut diikuti ratusan kader DPD II Partai Golkar Sulsel, sejak pagi hingga sore hari.
Dalam pemaparannya, Andi Marzuki Wadeng, menegaskan bahwa Golkar sebagai partai besar dengan sejarah panjang.
Golkar memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan politik yang berintegritas dan beradab di tengah menurunnya kepercayaan publik terhadap lembaga politik.
“Integritas adalah pondasi utama bagi keberlanjutan partai. Tanpa integritas, partai kehilangan kepercayaan publik, dan tanpa kepercayaan publik, kekuasaan politik hanya menjadi simbol tanpa makna,” ujarnya.
Lebih lanjut, Andi Marzuki Wadeng, menilai partisipasi politik di era modern tak lagi bisa mengandalkan pendekatan seremonial.
Kader Golkar, katanya, harus hadir langsung di tengah masyarakat, memahami aspirasi publik, dan mampu mengartikulasikan kepentingan rakyat ke dalam kebijakan partai.
“Partisipasi politik tidak boleh berhenti di bilik suara. Ia harus tumbuh dari kesadaran dan keterlibatan aktif masyarakat dalam proses politik. Golkar harus menjadi fasilitator politik rakyat, bukan hanya peserta pemilu,” ungkapnya.
Dalam materi yang diangkat, juga ditegaskan bahwa salah satu tantangan terbesar menjelang 2029 adalah menjaga keadaban politik.
Golkar diharapkan mampu menjadi kekuatan yang mengedepankan etika, rasionalitas, dan dialog publik yang sehat di tengah kerasnya kontestasi politik.
“Keadaban politik berarti menjunjung nilai moral dalam setiap langkah politik. Kita tidak boleh terjebak dalam politik yang saling menjatuhkan, apalagi menipu publik dengan pencitraan kosong,” tegasnya.
Dihadapan kader Golkar Kabupaten Luwu, Andi Marzuki Wadeng, mengulas empat tantangan internal yang masih dihadapi Golkar.
Sebagaimana diuraikan dalam buku “Golkar Transformer”, yakni image building, simbolisasi, kaderisasi, dan kolektivitas.
Empat aspek tersebut dinilai menjadi kunci pembaruan partai untuk menjaga relevansi di tengah perubahan zaman dan selera politik generasi muda.
“Golkar perlu memperkuat simbolisasi baru yang mencerminkan semangat modern dan keterbukaan. Kaderisasi harus menjadi ruang meritokrasi, bukan monopoli senioritas,” paparnya.
Menurutnya, kader muda harus diberi ruang lebih luas dalam pengambilan keputusan partai agar semangat regenerasi benar-benar berjalan.
Hal ini menjadi penting karena komposisi pemilih muda pada Pemilu 2029 diprediksi akan mendominasi hingga 50 persen dari total suara.
Diakhir materinya, DPD I Golkar Sulsel menyerukan agar seluruh kader partai melakukan introspeksi dan berani berubah sesuai tuntutan zaman.
Andi Marzuki Wadeng, menekankan bahwa Golkar hanya bisa bertahan jika berani keluar dari zona nyaman dan membuka diri terhadap ide-ide baru.
“Kita tidak bisa terus mengandalkan sejarah masa lalu. Golkar harus tampil sebagai partai yang modern, terbuka, dan mengakar di hati rakyat,” serunya.
“Integritas, partisipasi, dan keadaban politik adalah kunci untuk memenangkan hati publik pada 2029,” tegas Andi Marzuki Wadeng.












