Sidrap

Hilang Dua Hari Terseret Arus, Warga Mattirotasi Sidrap Ditemukan Meninggal Dunia

×

Hilang Dua Hari Terseret Arus, Warga Mattirotasi Sidrap Ditemukan Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Hilang Dua Hari Terseret Arus, Warga Mattirotasi Sidrap Ditemukan Meninggal Dunia

SINDOSULSEL.COM, Sidrap – Upaya pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hilang terseret arus sungai di Kabupaten Sidrap akhirnya membuahkan hasil.

Korban bernama Tang (60), warga Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah operasi pencarian intensif selama kurang lebih dua hari.

Insiden nahas ini bermula ketika korban dilaporkan hilang sepulang dari kebunnya pada Rabu (10/12/2025).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidrap, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.35 WITA.

Saat itu, korban hendak pulang dengan menyeberangi sungai, namun diduga kuat terseret arus yang cukup deras.

Baca Juga : Pulang dari Kebun, Warga Sidrap Diduga Hilang Terseret Arus Sungai

Informasi awal mengenai hilangnya korban diperoleh dari keterangan saksi mata, Mahyuddin alias Landeccing (60), yang melihat kejadian tersebut.

Kepala Danops Basarnas Parepare, Andi Agussalim, mengonfirmasi penemuan jasad korban.

Ia menyampaikan bahwa tim SAR gabungan berhasil menemukan tubuh korban cukup jauh dari titik awal dilaporkan hilang.

“Alhamdulillah, setelah kita melakukan pencarian kurang lebih dua hari, akhirnya korban ditemukan. Lokasi penemuan berjarak sekitar 3,5 kilometer dari lokasi awal kejadian,” ujar Andi Agussalim saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Operasi pencarian ini melibatkan tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur, antara lain Polres Sidrap, Polsek Watang Pulu, Basarnas Pos Parepare, SAR Brimob, Babinsa Mattirotasi/Koramil Sidrap, BPBD Kabupaten Sidrap, TRC-PB Sidrap dan Parepare, Damkar Parepare, tim medis Puskesmas Watang Pulu, SAR UNM, PMI Sidrap, Pramuka Peduli Parepare, serta relawan lainnya.

Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

“Untuk saat ini korban dinyatakan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah langsung dilarikan ke Puskesmas Watang Pulu untuk proses identifikasi dan selanjutnya dilakukan penyerahan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan,” pungkas Andi Agussalim.