Makassar

Sambut Ramadhan 1447 H, Sivitas Akademika UMI Gelar Silaturrahim Akbar

×

Sambut Ramadhan 1447 H, Sivitas Akademika UMI Gelar Silaturrahim Akbar

Sebarkan artikel ini
Sambut Ramadhan 1447 H, Sivitas Akademika UMI Gelar Silaturrahim Akbar

SINDOSULSEL.COM, Makassar – Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar acara Silaturrahim Sivitas Akademika dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H. Kegiatan yang menjadi momentum refleksi kolektif ini dipusatkan di Auditorium Al-Jibra Kampus II UMI, pada Jumat (13/02/2026).

Acara tahunan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting universitas, antara lain Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof. Mansyur Ramly, Ketua Pengurus YW-UMI, Prof. Masrurah Mokhtar, serta Rektor UMI, Prof. Hambali Thalib.

Turut hadir pula jajaran pimpinan universitas, guru besar, dosen, tenaga kependidikan, hingga pimpinan unit strategis UMI.

Dalam pidatonya yang reflektif, Prof. Hambali Thalib, menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar agenda spiritual rutin, melainkan momentum penting untuk membangun kesadaran moral institusi.

“Kampus bisa unggul dalam angka, tetapi akan runtuh jika gagal menjaga kesadaran moral,” tegas Prof. Hambali di hadapan ribuan sivitas akademika.

Rektor mengingatkan bahwa sederet capaian UMI, mulai dari Akreditasi Unggul dua periode, kepemilikan jumlah Guru Besar terbanyak di kalangan PTS se-Indonesia, hingga transformasi menuju Smart University, tidak boleh membuat institusi lalai pada fondasi utamanya.

“Transformasi terbesar bukan pada teknologi, bukan pada sistem, tetapi pada jiwa yang menggerakkan sistem itu. Jika jiwa kita tidak beres, digitalisasi hanya memindahkan kelemahan dari ruang manual ke ruang digital,” tambahnya.

Baca  Bentuk Karakter Mahasiswa, UMS Rappang Mulai Kokurikuler Tapak Suci

Menurutnya, Ramadhan adalah madrasah takwa yang menguji integritas.

Mahasiswa UMI bukan sekadar lulusan pencari kerja, tetapi amanah peradaban, di mana seluruh dosen dan staf adalah arsitek moralnya.

Senada dengan Rektor, Prof. Mansyur Ramly, mengajak seluruh keluarga besar UMI menjadikan Ramadhan sebagai sarana muhasabah.

Ia mengingatkan bahwa kesibukan struktural tidak boleh menggerus kualitas spiritual.

“Ramadhan bukan untuk mengubah jadwal, tetapi untuk mengubah diri. Semakin tinggi jabatan, semakin besar potensi kekhilafan jika tidak disertai kesadaran moral,” ujar Prof. Mansyur.

Sementara itu, Ketua Pengurus YW-UMI, Prof. Masrurah Mokhtar, menekankan pentingnya silaturrahim sebagai kekuatan sosial.

Ia berpesan agar reputasi akademik UMI yang gemilang harus sejalan dengan kualitas sumber daya manusia yang berkarakter.

“Kita tidak boleh berhenti pada capaian. Dosen harus terus menempuh studi doktoral dan meraih guru besar demi memperkuat reputasi akademik UMI di tingkat nasional maupun internasional. Namun, semua itu harus berakar pada akhlakul karimah,” jelas Prof. Masrurah.

Melalui silaturrahim ini, UMI kembali menegaskan identitasnya sebagai lembaga pendidikan dan dakwah.

Di tengah transformasi dari Tri Dharma menuju Catur Dharma Perguruan Tinggi, UMI berkomitmen memastikan kemajuan akademik berjalan beriringan dengan kedalaman spiritual, mencetak generasi yang cerdas secara intelektual dan matang secara moral.