SINDOSULSEL.COM, Metro – Tenaga Ahli Menteri Agama Republik Indonesia, Bunyamin M Yapid, memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan melalui kegiatan Road Show Safari Ramadhan di berbagai daerah di Nusantara.
Kegiatan silaturahmi sekaligus dakwah ini terus digencarkan, termasuk pada rangkaian kunjungannya di pekan pertama puasa, Sabtu (28/02/2026).
Langkah proaktif melalui safari Ramadhan tersebut tidak hanya diisi dengan amaliah keagamaan semata.
Kegiatan ini juga menjadi sarana strategis untuk ajang sosialisasi dan penguatan implementasi program-program Kementerian Agama (Kemenag) RI di tingkat daerah.
Dalam setiap kunjungannya, Bunyamin menegaskan pentingnya penerjemahan program Kemenag agar tidak sekadar menjadi rutinitas administratif satuan kerja (satker).
Ia menuntut agar program tersebut benar-benar hadir dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
“Momentum Ramadhan menjadi ruang terbaik untuk memperkuat implementasi program Kementerian Agama hingga ke akar masyarakat. Program keagamaan harus berdampak langsung,” ujarnya di sela-sela agenda safari.
Dalam road show tersebut, Tenaga Ahli Menag RI ini menitikberatkan pembahasan pada penguatan layanan keagamaan yang berdampak sosial.
Salah satu fokus utamanya adalah optimalisasi rumah ibadah agar kembali menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Ia menegaskan bahwa masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai tempat ibadah ritual. Lebih dari itu, masjid harus difungsikan secara optimal sebagai pusat pemberdayaan sosial dan ekonomi umat.
“Masjid perlu kembali dimakmurkan dengan fungsi yang lebih luas, termasuk menjadi ruang pemberdayaan UMKM dan berbagai wadah kegiatan sosial kemasyarakatan,” jelasnya.
Menurut Bunyamin, pemanfaatan sarana keagamaan secara maksimal dapat menghadirkan dampak positif yang nyata bagi warga sekitar, sekaligus memperkuat peran sentral agama dalam kerangka pembangunan sosial.
Selain isu pemberdayaan masjid, ia juga terus menyosialisasikan program unggulan Kemenag yang diberi nama ‘Kurikulum Berbasis Cinta’.
Program ini bertujuan menanamkan nilai-nilai luhur seperti cinta lingkungan, cinta agama, dan cinta antarsesama manusia.
Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk generasi masa depan yang memiliki karakter moderat, toleran, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan dan dinamika sosial di sekitarnya.
“Kurikulum berbasis cinta ini bertujuan menghadirkan pendidikan keagamaan yang berdampak jangka panjang bagi masa depan bangsa kita,” tambahnya.
Safari Ramadhan tahun ini rupanya juga menjadi momen nostalgia tersendiri bagi Bunyamin.
Berlatar belakang sebagai seorang pendakwah, ia telah menghabiskan waktu puluhan tahun melakukan syiar Islam dari kampung ke kampung.
Ia mengenang, selama kurang lebih 25 tahun ke belakang, aktivitas dakwahnya dilakukan di berbagai daerah dengan cakupan yang relatif terbatas.
Kini, melalui amanah baru yang diembannya sebagai Tenaga Ahli Menteri Agama, jangkauan dakwah dan pembinaan yang ia lakukan menjadi jauh lebih luas hingga menyentuh pelosok negeri.
“Dulu saya berdakwah dari daerah ke daerah, sekarang masih dengan semangat yang sama, hanya wilayahnya lebih luas, menjangkau seluruh Indonesia,” ungkapnya penuh syukur.
Dalam setiap pertemuan, Bunyamin tidak lupa mendorong sinergi yang kuat antara alim ulama dan jajaran pemerintah guna menghadirkan suasana masyarakat yang teduh, rukun, dan harmonis.
Sepanjang pekan pertama Ramadhan ini, ia tercatat rutin berkeliling menyapa warga sekaligus mengunjungi kantor-kantor Kemenag setempat untuk memperkuat koordinasi.
Melalui rangkaian Road Show Safari Ramadhan ini, Kementerian Agama RI diharapkan dapat semakin dekat dengan masyarakat dan terus menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif, produktif, serta membawa perubahan positif bagi kehidupan umat.












