Sidrap

BPS RI Puji Penerapan Teknologi Peternakan Ayam Sidrap

×

BPS RI Puji Penerapan Teknologi Peternakan Ayam Sidrap

Sebarkan artikel ini
BPS RI Puji Penerapan Teknologi Peternakan Ayam Sidrap

SINDOSULSEL.COM, Sidrap – Kunjungan kerja Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia, Amalia Adininggar Widyasanti, ke Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, menghadirkan kesan mendalam.

Kesan tersebut disampaikannya saat meninjau peternakan ayam petelur modern milik PT Cahaya Mario Bersaudara di Desa Mario pada Kamis (12/03/2026).

Amalia menyebut fasilitas tersebut sebagai salah satu contoh peternakan paling modern yang mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan.

Menurutnya, peternakan tersebut telah menerapkan teknologi canggih dalam sistem produksinya.

Mulai dari pengaturan suhu ruangan yang stabil hingga sistem sterilisasi kandang yang ketat, semuanya dirancang secara khusus untuk menjaga kesehatan ayam sekaligus mendongkrak hasil produksi telur.

“Ini luar biasa, salah satu contoh peternakan yang sangat modern karena menerapkan teknologi dalam produksi telur. Suhu ruangan dijaga sehingga ayam tidak mudah terpapar penyakit, dan produktivitasnya menjadi sangat tinggi,” ujarnya mengapresiasi.

Ia menjelaskan bahwa proses pengumpulan telur di peternakan tersebut juga telah menggunakan mesin otomatis, sehingga efisiensi kerja menjadi jauh lebih tinggi.

Selain itu, ruang kandang dijaga agar tetap steril untuk mencegah masuknya penyakit yang berpotensi mengganggu produksi.

“Bagaimana telur dikumpulkan melalui mesin, kemudian ruangan dijaga steril agar penyakit tidak mudah masuk. Ini contoh peternakan dengan produktivitas sangat tinggi karena mengadopsi teknologi,” tambahnya.

Peternakan ayam petelur modern di Sidrap ini menggunakan sistem kandang tertutup (closed house) yang dirancang untuk mengontrol suhu, kelembapan, dan sirkulasi udara secara otomatis.

Dengan bantuan blower dan cooling pad, kondisi lingkungan kandang tetap stabil sehingga ayam dapat bertelur secara optimal.

Sistem ventilasi otomatis juga membantu membuang gas berbahaya seperti amonia sehingga kandang senantiasa bersih dan sehat.

Teknologi inovatif tersebut membuat tingkat produksi telur bisa mencapai lebih dari 90 persen, sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan pakan dan tenaga kerja.

Baca  Rumah Ludes Terbakar, Warga Bilokka Terima Bantuan Langsung dari Bupati Sidrap

Sementara itu, Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendorong penguatan sektor peternakan untuk mewujudkan Sidrap sebagai lumbung telur dan daging ayam nasional.

Menurutnya, terdapat tiga strategi utama yang dilakukan pemerintah daerah, yakni memperluas pasar, meningkatkan produksi telur, serta menjaga stabilitas harga agar peternak tetap sejahtera.

“Untuk menguatkan Sidrap sebagai lumbung telur Indonesia, pertama pasar kita dorong masuk ke Sidrap, kedua produksi telurnya ditingkatkan, dan ketiga harganya dijaga,” jelas Syaharuddin.

Ia juga menyebutkan bahwa populasi ayam petelur di Sidrap saat ini mencapai sekitar 5,1 juta ekor.

Produksi telur tersebut mampu menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp12 miliar setiap harinya, dan seluruh hasilnya didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia.

Pemerintah daerah bahkan menargetkan peningkatan populasi ayam petelur hingga 10 juta ekor.

Salah satu perusahaan yang didorong untuk memperluas kapasitas produksi adalah PT Cahaya Mario Bersaudara, yang sebelumnya memiliki sekitar dua juta ekor ayam dan ditargetkan dapat berkembang hingga empat atau lima juta ekor.

Melihat langsung aktivitas peternakan modern tersebut, Amalia turut memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap atas keberhasilannya mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi Selatan.

“Saya apresiasi Pak Bupati Sidrap, pertumbuhan ekonominya tertinggi di Sulawesi Selatan. Apa yang kami lihat di lapangan sesuai dengan yang dicatat BPS. Ekonomi Sidrap memang ditopang oleh sektor peternakan, pertanian, dan industri pengolahan berbasis pertanian,” ungkapnya.

Kunjungan kerja ini sekaligus menegaskan bahwa kemajuan sektor peternakan berbasis teknologi di Sidrap tidak hanya berimbas pada peningkatan produksi pangan nasional, tetapi juga terbukti ampuh menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui dukungan inovasi dan kebijakan strategis pemerintah daerah, Sidrap kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat produksi telur terbesar di Indonesia.