SINDOSULSEL.COM, Sidrap – Upaya peningkatan literasi di sekolah pedesaan terus mendapat perhatian serius dari kalangan akademisi.
Hal ini terlihat saat mahasiswa Pascasarjana Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Nasruddin Natsir, memaparkan risetnya dalam seminar proposal tesis yang digelar di lantai 2 Gedung Rektorat kampus setempat pada Sabtu (28/03/2026).
Dalam ujian akademik tersebut, ia mengangkat penelitian komprehensif dengan judul “Pengaruh Program Literasi Sekolah terhadap Minat dan Kemampuan Membaca Siswa Kelas VII SMP Negeri Enrekang”.
Nasruddin memaparkan kerangka proposalnya di hadapan tim penguji yang terdiri atas Prof Jamaluddin Ahmad, Yusmah, dan Aswadi.
Sementara itu, proses penelitiannya mendapat pendampingan langsung dari Nuraini Kasman dan Jumiati yang masing-masing bertindak sebagai pembimbing I dan II.
Dalam presentasinya, Nasruddin menjelaskan bahwa pemilihan topik penelitian tersebut didasarkan pada betapa pentingnya kemampuan membaca bagi peserta didik.
Keterampilan ini dinilai sangat krusial dalam menunjang keberhasilan belajar di berbagai bidang ilmu, bukan hanya terpaku pada mata pelajaran Bahasa Indonesia saja.
“Kemampuan membaca sangat penting bagi siswa, bukan hanya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, tetapi juga di semua bidang ilmu. Tanpa kemampuan membaca yang baik, siswa akan kesulitan menyerap pengetahuan,” ujarnya memberikan penegasan.
Lebih lanjut, ia menyoroti adanya kesenjangan literasi yang cukup nyata antara sekolah di wilayah perkotaan dan pedesaan.
Menurut pengamatannya, banyak penelitian terdahulu yang lebih condong berfokus pada sekolah-sekolah di kota, sementara kondisi sekolah di pelosok desa masih sangat jarang tersentuh sebagai objek kajian.
“Selama ini pusat penelitian lebih banyak di kota. Padahal, sekolah-sekolah di desa juga membutuhkan perhatian yang sama agar kualitas pendidikan dapat meningkat dan sejajar dengan sekolah di perkotaan,” kata Nasruddin.
Melihat rendahnya minat baca dan kemampuan literasi siswa di Indonesia yang masih menjadi persoalan mendasar, penelitian ini hadir menawarkan langkah strategis.
Nasruddin menjadikan penguatan Program Literasi Sekolah (PLS) sebagai solusi konkret untuk meningkatkan minat baca siswa.
Implementasi program tersebut, menurutnya, dapat direalisasikan melalui berbagai kegiatan positif, seperti penyediaan sudut baca di setiap kelas, peningkatan kualitas dan variasi koleksi buku perpustakaan, hingga menuntut keterlibatan aktif guru dalam membangun budaya membaca di lingkungan sekolah.
“Program literasi sekolah harus terus dirawat dan dikembangkan. Tidak hanya mempercantik sudut baca secara fisik, tetapi juga memastikan bahan bacaan yang tersedia menarik dan sesuai kebutuhan siswa,” jelasnya menjabarkan rekomendasi risetnya.
Sebagai sosok yang telah mengabdi menjadi pahlawan tanpa tanda jasa selama 16 tahun, Nasruddin sangat berharap studi pascasarjana yang sedang ditempuhnya di UMS Rappang saat ini dapat selesai dalam waktu dekat.
“Insyaallah dua sampai tiga bulan ke depan bisa kami selesaikan. Harapan saya tentu dapat lulus dengan baik dari Program Pascasarjana UMS Rappang,” ungkapnya penuh harap.
Menutup penyampaiannya, ia turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap kualitas layanan pendidikan di kampus tersebut.
“Menurut saya, UMS merupakan salah satu universitas dengan mutu pendidikan yang baik. Dosen-dosennya juga sangat humanis, sehingga proses perkuliahan terasa nyaman,” tutupnya.












