PendidikanSidrap

Mahasiswa Unhas Mulai Pemetaan Kesehatan di Sidrap

×

Mahasiswa Unhas Mulai Pemetaan Kesehatan di Sidrap

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Unhas Mulai Pemetaan Kesehatan di Sidrap

SIDRAP, sindosulsel.com – Semangat peningkatan taraf kesehatan masyarakat di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali mendapat dorongan energi baru dari kalangan akademisi.

Sebanyak tujuh mahasiswa dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) resmi mengawali program Praktik Belajar Lapangan (PBL) I di Kelurahan Majjelling Wattang.

Langkah awal pengabdian ini ditandai dengan digelarnya sebuah seminar perdana di Aula Kantor Lurah Majjelling Wattang pada Senin (06/07/2026) siang, tepatnya pukul 13.00 WITA.

Di hadapan Kepala Kelurahan, deretan tokoh masyarakat, serta para kader kesehatan setempat, delegasi mahasiswa ini memaparkan cetak biru rencana kerja mereka.

Agenda akademis yang berbasis pengabdian masyarakat tersebut dijadwalkan akan berlangsung selama empat belas hari, terhitung sejak Jumat (03/07/2026) hingga Jumat (17/07/2026).

Forum pemaparan ini diproyeksikan menjadi batu loncatan strategis untuk mensinergikan kekuatan kampus dan aparatur kelurahan demi mempercepat realisasi Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya SDG 3 yang berfokus pada jaminan Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Guna mendiagnosis kondisi wilayah secara akurat, para mahasiswa menjabarkan metode riset yang akan mereka terapkan di lapangan.

Fokus utama mereka adalah pengumpulan data primer dan sekunder melalui instrumen kuesioner yang menyasar tingkat rumah tangga hingga individu.

Baca Juga : TP PKK Sidrap Gelar Seminar Kanker Internasional, Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini

Berbeda dengan tahapan intervensi yang langsung menembak satu penyakit, PBL tahap pertama ini sengaja dirancang untuk memotret lanskap kesehatan warga secara holistik tanpa prasangka isu tertentu.

Nantinya, data yang terkumpul akan dibedah bersama berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan akar masalah kesehatan yang paling mendesak untuk ditangani pada fase PBL selanjutnya.

Baca  16 Dokter Muda Masuk Luwu, Sekda Taruh Harapan Besar Tingkatkan Layanan Kesehatan

Kehadiran para calon ahli kesehatan masyarakat ini disambut dengan tangan terbuka oleh aparatur pemerintah setempat.

Lurah Majjelling Wattang, Herman Ompu, menyampaikan harapan besarnya agar program kolaboratif ini mampu membawa dampak riil, bukan sekadar pemenuhan tugas akademik semata.

“Kami sangat berharap kedatangan mahasiswa PBL 1 FKM Unhas di Majjelling Wattang mampu membantu mengatasi masalah kesehatan di wilayah ini, seperti masalah pengelolaan sampah dan lainnya,” ujar Herman Ompu saat memberikan pidato pembukaan dalam seminar tersebut.

Pertemuan perdana ini sejatinya memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar formalitas pembuka acara.

Baca Juga : Penyaluran Dana Desa Tertinggi, Syaharuddin Alrif Raih Penghargaan Bergengsi DPP Apdesi

Bagi para mahasiswa, forum dialog ini menjadi ruang esensial untuk mengkalibrasi rencana kerja mereka dengan aspirasi dan realitas warga setempat sejak hari pertama.

Melalui pendekatan partisipatif tersebut, pengumpulan data diharapkan berjalan lancar dan tepat sasaran.

Nantinya, seluruh temuan dan diagnosis kesehatan masyarakat ini akan dipresentasikan secara komprehensif pada Seminar Akhir yang rencananya digelar pada Rabu (15/07/2026).

Hasil rumusan tersebut diharapkan dapat menjadi dokumen rekomendasi konkret bagi pemerintah kelurahan maupun puskesmas dalam menyusun kebijakan kesehatan, sekaligus menjadi sumbangsih nyata Kelurahan Majjelling Wattang terhadap agenda percepatan SDGs di Kabupaten Sidrap.

Sebagai informasi, Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) merupakan kurikulum wajib bagi mahasiswa FKM Unhas.

Program ini dirancang khusus untuk mengasah daya kritis mahasiswa dalam mengidentifikasi, membedah, dan mengintervensi problematika kesehatan langsung dari jantung komunitas.

Lewat terjun ke lapangan, FKM Unhas menegaskan komitmennya untuk mencetak ahli kesehatan masyarakat yang tanggap terhadap d