Nasional

Kebun Sawit Ilegal di Indonesia Setara 12 Kali Pulau Bali

×

Kebun Sawit Ilegal di Indonesia Setara 12 Kali Pulau Bali

Sebarkan artikel ini
Kebun Sawit Ilegal di Indonesia Setara 12 Kali Pulau Bali
Ilustrasi (Unsplash)

NASIONAL, sindosulsel.com – Pemerintah pusat saat ini tengah menyoroti sengkarut tata kelola sumber daya alam yang disinyalir menjadi biang kerok ketimpangan ekonomi nasional.

Sebuah temuan mencengangkan terkait hal ini dibeberkan oleh Kepala Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI), Muhammad Qodari, di sela-sela agenda peninjauan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Rabu (22/07/2026).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Qodari membeberkan fakta mengenai penguasaan jutaan hektare kebun kelapa sawit tak berizin yang beroperasi bebas di Indonesia.

Di hadapan jajaran pemerintah daerah, para pengurus KDMP, dan ratusan kepala desa, Qodari menegaskan betapa kronisnya persoalan perampasan lahan tersebut.

“Ternyata kebun sawit ilegal di Indonesia luasnya mencapai 6 juta hektare. Besar sekali, 6 juta hektare itu kurang lebih separuh Pulau Jawa,” ungkap Qodari mengonfirmasi temuan tersebut, sebagaimana dilansir dari pemberitaan Kompas.

Skala pelanggaran di sektor perkebunan ini semakin terasa tidak masuk akal jika disandingkan dengan luas wilayah administrasi provinsi lain di Indonesia.

Baca Juga : Kenangan Saat Jadi Prajurit TNI Inspirasi Prabowo Gagas Koperasi Desa Merah Putih

“Kalau dibandingkan dengan Bali, itu 12 kali Pulau Bali. Karena Pulau Bali itu luasnya sekitar setengah juta hektare saja. Dan temuan ini diungkap langsung oleh Presiden Prabowo,” sambungnya memberikan analogi.

Baca  Rocky Gerung Masuk Wantimpres, Pernah Kritik IKN dan Omnibus Law Era Jokowi

Terbongkarnya operasional 6 juta hektare kebun sawit ilegal ini merupakan bagian dari manuver pemerintahan Presiden Prabowo dalam merombak struktur ekonomi negara yang dinilai sarat ketidakadilan.

Selama bertahun-tahun, Indonesia memang secara konsisten mencatatkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) di kisaran 5 persen.

Sayangnya, rapor ekonomi yang terlihat manis di atas kertas tersebut ternyata berbanding terbalik dengan realitas kesejahteraan di akar rumput.

Baca Juga : Sentil Kritikus Program Makan Bergizi, Prabowo: Kenapa Dulu Diam Saat Uang Negara Bocor

Tingginya angka PDB rupanya hanya dinikmati oleh segelintir elite teratas yang kekayaannya melonjak hingga tiga kali lipat, sementara masyarakat kelas bawah semakin terjepit.

Guna menambal kebocoran kekayaan negara sekaligus memberantas jurang ketimpangan, pemerintah berjanji akan mengambil tindakan tegas melalui penegakan hukum, khususnya terhadap para mafia tambang dan sawit ilegal.

Di saat yang bersamaan, pemerintah juga terus mendorong pemberdayaan ekonomi level akar rumput melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.

Kehadiran entitas ini ditargetkan mampu menjadi katup pengaman bagi warga desa dengan cara menyerap produk lokal, menyalurkan bantuan sosial yang tepat sasaran,