Metro

Tak Harus Jadi ASN, Wamenaker Dorong Generasi Muda Kuasai Keterampilan Kerja

×

Tak Harus Jadi ASN, Wamenaker Dorong Generasi Muda Kuasai Keterampilan Kerja

Sebarkan artikel ini
Tak Harus Jadi ASN, Wamenaker Dorong Generasi Muda Kuasai Keterampilan Kerja

PADANG, sindosulsel.com – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengajak generasi muda mengubah cara pandang terhadap dunia kerja. Menurutnya, peluang berkarier saat ini tidak hanya terbuka sebagai aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga di sektor swasta maupun melalui kewirausahaan, asalkan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Pesan tersebut disampaikan Afriansyah saat membuka Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 3 Tahun 2026 di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang, Sumatera Barat, Jumat (24/7/2026).

“Jangan terpaku hanya pada satu pilihan karier. Yang terpenting adalah memiliki keterampilan sehingga peluang bekerja maupun berwirausaha semakin terbuka,” ujar Afriansyah.

Baca juga : Lindungi Generasi Muda, SMPN 1 Rappang Tandatangani Komitmen Kawasan Bebas Asap Rokok

Menurutnya, perubahan dunia kerja yang berlangsung semakin cepat menuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang relevan serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Karena itu, pemerintah terus memperluas akses pelatihan vokasi sebagai salah satu strategi menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap kerja, produktif, dan berdaya saing.

“Pelatihan vokasi bukan sekadar memberikan keterampilan, tetapi menjadi investasi untuk menyiapkan SDM yang siap bekerja, produktif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia usaha maupun dunia industri,” katanya.

Afriansyah menjelaskan, Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan 300.000 peserta mengikuti berbagai program Pelatihan Vokasi Nasional sepanjang 2026. Target tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pelatihan berbasis kompetensi sekaligus memperkecil kesenjangan antara keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan pasar kerja.

Baca juga : Matappa Academy PT Masmindo Dwi Area Latih 90 Tenaga Kerja Lokal Siap Kerja di Industri

Selain menyasar pencari kerja, pelatihan juga diperuntukkan bagi pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensi melalui program reskilling dan upskilling.

Baca  Dari Tenaga Kerja hingga Jadi Bupati, Andi Asman Motivasi 208 Peserta Vokasi Nasional

“Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak perubahan ekonomi tetap memiliki kesempatan meningkatkan kompetensinya. Dengan keterampilan baru, mereka memiliki peluang untuk kembali bekerja atau membangun usaha sendiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyelenggaraan pelatihan vokasi harus disesuaikan dengan potensi unggulan masing-masing daerah agar kompetensi yang diperoleh peserta benar-benar selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Di Sumatera Barat, misalnya, pengembangan kompetensi diarahkan pada sektor jasa, perdagangan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi salah satu penopang perekonomian daerah.

Karena itu, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) didorong terus memperkuat kemitraan dengan dunia usaha, dunia industri, dan UMKM agar lulusan pelatihan memiliki peluang lebih besar terserap di dunia kerja maupun mampu menciptakan lapangan kerja melalui kewirausahaan.

Baca juga : Serahkan SK PNS Formasi 2024, Bupati Bone Wanti-wanti ASN Jauhi Narkoba

Pelaksanaan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 Tahun 2026 diikuti 982 peserta yang tersebar di BPVP Padang, Satuan Pelayanan (Satpel) Jambi dan Sawahlunto, serta sejumlah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) binaan di Sumatera Barat dan Jambi.

Di BPVP Padang sendiri, sebanyak 85 peserta mengikuti enam program pelatihan, yaitu barista, pengolahan makanan komersial, housekeeping, penggambaran modern 3D CAD, pengelasan Fillet Welder FCAW, dan tata rias pengantin. Selanjutnya, mulai 27 Juli 2026 akan dibuka lima program pelatihan tambahan, yakni pembuatan pakaian, petugas K3 konstruksi tingkat 1 dan 2, perawatan serta perbaikan AC rumah tangga, serta juru ukur.

Afriansyah berharap pelatihan vokasi tidak hanya meningkatkan kompetensi masyarakat, tetapi juga menjadi jembatan yang mempertemukan kebutuhan industri dengan tenaga kerja terampil sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas kesempatan kerja di Indonesia.