Bone

LPG 3 Kilogram Langka di Bone, Warga Kesulitan Penuhi Kebutuhan Harian

×

LPG 3 Kilogram Langka di Bone, Warga Kesulitan Penuhi Kebutuhan Harian

Sebarkan artikel ini
LPG 3 Kilogram Langka di Bone, Warga Kesulitan Penuhi Kebutuhan Harian

BONE, sindosulsel.com – Masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Bone mengeluhkan sulitnya memperoleh gas elpiji 3 kilogram dalam beberapa hari terakhir.

LPG bersubsidi yang umum disebut gas melon itu dilaporkan sulit ditemukan di sejumlah pangkalan maupun tingkat pengecer.

Kalaupun tersedia, stoknya disebut cepat habis sebelum seluruh kebutuhan warga terpenuhi.

Kondisi tersebut mulai mengganggu aktivitas rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang selama ini bergantung pada LPG 3 kilogram untuk memasak dan menjalankan usaha.

Salah seorang warga, Syafruddin yang akrab disapa Robert, mengatakan dirinya semakin kesulitan mendapatkan LPG bersubsidi di sekitar tempat tinggalnya.

“Gas 3 kilogram sekarang susah didapat. Kalaupun ada, cepat sekali habis. Masyarakat kecil yang paling merasakan dampaknya karena gas ini merupakan kebutuhan sehari-hari,” ujar Robert pada Selasa (28/07/2026).

Baca Juga : Bupati Bone Sampaikan Prioritas Infrastruktur kepada Anggota Komisi V DPR RI

Menurutnya, keterbatasan pasokan tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai proses distribusi LPG 3 kilogram hingga sampai kepada konsumen yang berhak.

Ia meminta pemerintah daerah, Pertamina, serta instansi terkait segera melakukan pemeriksaan terhadap jalur distribusi dan ketersediaan stok di tingkat agen maupun pangkalan.

Baca  PODSI Bone Gelar Visitasi, Bahas Kesiapan Dayung Porprov Sulsel

“Masyarakat bertanya-tanya, sebenarnya gas 3 kilogram ini ke mana. Jangan sampai yang terus dirugikan adalah warga kecil yang memang berhak menikmati subsidi,” katanya.

Keluhan serupa disebut muncul dari warga di beberapa wilayah Kabupaten Bone.

Baca Juga : Serahkan Bantuan Alsintan 2026, Bupati Bone Beri Peringatan Tegas: Haram Diperjualbelikan!

Mereka mengaku harus mendatangi lebih dari satu pangkalan atau pengecer untuk mendapatkan satu tabung LPG.

Warga berharap pengawasan distribusi diperketat untuk mencegah penyaluran yang tidak tepat sasaran, penumpukan stok, maupun penjualan di atas ketentuan yang berlaku.

Pemerintah dan pihak terkait juga diminta segera memastikan ketersediaan pasokan agar kebutuhan rumah tangga serta pelaku usaha mikro dapat kembali terpenuhi.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun pihak penyalur mengenai penyebab kelangkaan dan kondisi pasokan LPG 3 kilogram di Kabupaten Bone.