SIDRAP, sindosulsel.com – Semangat dan ketekunan anak muda Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dalam mengembangkan usaha peternakan kembali ditunjukkan Ardiansyah, peternak ayam petelur asal Desa Tanete, Kecamatan Maritengngae.
Berawal dari usaha dengan populasi sekitar 5.000 ekor ayam pada 2014, peternakan yang dikelola Ardiansyah kini berkembang hingga mencapai sekitar 40.000 ekor ayam petelur.
Perkembangan tersebut membuat kapasitas produksi telurnya terus meningkat. Saat ini, peternakan Ardiansyah mampu menghasilkan lebih dari 700 rak telur ayam setiap hari.
Selain meningkatkan kapasitas produksi, usaha tersebut turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ardiansyah kini mempekerjakan empat orang karyawan untuk membantu aktivitas operasional peternakan sehari-hari.
Di tengah perkembangan usahanya, Ardiansyah mengaku masih menghadapi sejumlah tantangan yang umum dialami peternak ayam petelur.
Baca Juga : Peternak Desa Tanete Kembangkan Usaha Sapi, Produksi Susu Segar hingga Dangke
Salah satunya adalah fluktuasi harga telur. Saat ini, harga telur di tingkat peternak berada di kisaran Rp42.000 per rak, lebih rendah dibandingkan harga normal yang menurutnya dapat mencapai sekitar Rp48.000 per rak.
Selain persoalan harga, peternak juga menghadapi kendala pada kualitas produksi, seperti telur dengan cangkang tipis atau lembek serta ukuran telur yang tidak seragam.
Kenaikan harga pakan ternak juga menjadi tantangan karena berpengaruh langsung terhadap biaya produksi peternakan.
Meski menghadapi berbagai kendala tersebut, Ardiansyah tetap optimistis terhadap prospek sektor peternakan ayam petelur. Ia juga mengajak generasi muda Sidrap untuk tidak takut memulai usaha dan memanfaatkan peluang yang tersedia di sektor peternakan.
Baca Juga : Amir, Generasi Milenial Sidrap yang Tak Malu Jadi Petani dan Sukses sebagai Konten Kreator
“Saya ingin menyampaikan kepada anak-anak muda Sidrap, jangan takut untuk berwirausaha. Banyak peluang di sektor peternakan yang bisa dikembangkan,” ujar Ardiansyah.
Ia juga berharap pemerintah daerah dapat terus memberikan perhatian dan dukungan terhadap peternak lokal, khususnya dalam menghadapi persoalan biaya produksi dan stabilitas usaha.
“Saya juga berharap pemerintah daerah terus memberikan dukungan dan perhatian kepada peternak lokal. Sementara untuk pemerintah pusat, semoga program SPHP dapat terus berlanjut dan berkelanjutan karena sangat membantu kami para peternak,” katanya.
Perjalanan usaha Ardiansyah dari 5.000 ekor hingga mencapai sekitar 40.000 ekor ayam menjadi gambaran besarnya potensi sektor peternakan jika dikelola secara konsisten.
Keberadaan usaha peternakan tersebut tidak hanya memberikan keuntungan bagi pelaku usaha, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.












