Luwu

Kopi dan Cabai di Desa Poringan Alami Kekeringan

×

Kopi dan Cabai di Desa Poringan Alami Kekeringan

Sebarkan artikel ini
Kopi dan Cabai di Desa Poringan Alami Kekeringan
Bupati Luwu, H Patahudding, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Poringan.(Pemkab Luwu)

LUWU, sindosulsel.com – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Luwu mulai berdampak terhadap sektor pertanian di Desa Poringan, Kecamatan Suli Barat.

Dua komoditas andalan masyarakat, yakni kopi dan cabai, dilaporkan mengalami kekurangan air sehingga berpotensi memengaruhi hasil produksi petani.

Kondisi tersebut disampaikan Kepala Desa Poringan, Suharman, saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri Bupati Luwu, H. Patahudding, di Desa Poringan, Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, sekitar 99 persen warga Desa Poringan menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

Kemarau yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir mulai dirasakan dampaknya oleh para petani, terutama pada tanaman cabai dan kopi yang membutuhkan pasokan air cukup untuk menjaga produktivitas.

“Sebagian besar masyarakat kami adalah petani. Saat ini kemarau panjang mulai berdampak pada tanaman cabai dan kopi yang mengalami kekurangan air,” ungkapnya di hadapan Bupati Luwu.

Dilaporkan Suharman, Desa Poringan sendiri memiliki jumlah penduduk sekitar 1.872 jiwa yang tersebar di enam dusun.

Selain menyampaikan persoalan pertanian, pemerintah desa juga mengusulkan peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan guna menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.

Kabupaten Luwu selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi di Sulawesi Selatan, khususnya kopi robusta yang banyak dibudidayakan di wilayah pegunungan seperti Latimojong, Bastem, Bastem Utara, Suli Barat, hingga sejumlah kawasan dataran tinggi lainnya.

Selain kopi, cabai juga menjadi salah satu komoditas hortikultura yang banyak dikembangkan petani karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi penopang pendapatan rumah tangga masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Luwu dalam beberapa tahun terakhir terus mendorong pengembangan sektor perkebunan dan pertanian unggulan.

Selain menjalankan program bantuan bibit dan peningkatan kapasitas petani, pemerintah daerah juga berupaya memperkuat hilirisasi hasil pertanian agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

Baca  Bupati Luwu Pimpin HKTI, Petani Didorong Dapat Dukungan Program Lebih Besar

Dalam sambutannya, Bupati Luwu H. Patahudding mengatakan sektor pertanian tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah karena menjadi sumber penghidupan sebagian besar masyarakat.

Ia mencontohkan pengembangan komoditas kakao yang saat ini didukung melalui program bantuan bibit seluas 8.000 hektare atau sekitar 8 juta pohon.

Pemerintah daerah juga mulai membangun fasilitas pengolahan kakao di Barambing untuk meningkatkan kualitas serta harga jual hasil perkebunan petani.

“Di Desa Poringan ini sudah ada contoh hasilnya. Saya sudah mencoba cokelat olahan Poringan dan Noling. Alhamdulillah kualitasnya sangat bagus. Harapan saya, pengolahan ini terus ditingkatkan,” kata Patahudding.

Selain kakao, Pemkab Luwu juga terus mendorong pengembangan kopi sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.

Sejumlah program pembinaan kelompok tani, peningkatan kualitas bibit, penguatan pascapanen, hingga promosi produk kopi lokal terus dilakukan agar kopi Luwu mampu bersaing di pasar yang lebih luas dan memberikan nilai tambah bagi petani.

Di bidang infrastruktur, Pemkab Luwu menargetkan peningkatan konektivitas antarwilayah melalui pembangunan dan peningkatan jembatan, termasuk rencana peningkatan Jembatan Salubua yang memiliki bentang sekitar 400 meter.

Pemerintah daerah juga mengusulkan penanganan ruas jalan Papakaju–Kaili–Poringan melalui dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi harus menjadi momentum untuk meneladani akhlak dan kepemimpinan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan amanah pemerintahan.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan peninjauan bantuan jembatan yang diharapkan dapat memperlancar akses masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan distribusi hasil pertanian warga Desa Poringan.