EkobisLuwu

Terima Keris Kedatuan, MDA Dapat Restu Adat Menuju First Gold Awak Mas

×

Terima Keris Kedatuan, MDA Dapat Restu Adat Menuju First Gold Awak Mas

Sebarkan artikel ini
Terima Keris Kedatuan, MDA Dapat Restu Adat Menuju First Gold Awak Mas
Foto : Direktur Utama MDA Trisakti Simorangkir menerima keris Kedatuan Luwu dalam prosesi adat Mangngolo Ri Arajang di Langkanae, Istana Kedatuan Luwu.(ist)

PALOPO, sindosulsel.com – PT Masmindo Dwi Area (MDA) menerima restu adat dari Kedatuan Luwu menjelang momentum First Gold Proyek Awak Mas.

Restu tersebut ditandai dengan penyematan keris Kedatuan kepada Direktur Utama MDA, Trisakti Simorangkir, dalam prosesi adat Mangngolo Ri Arajang yang berlangsung di Langkanae, Istana Kedatuan Luwu, Kota Palopo.

Penyematan keris oleh Yang Mulia Datu Luwu, H. Andi Maradang Mackulau, S.H., Opu To Bau, menjadi simbol penghormatan sekaligus bentuk kepercayaan Kedatuan Luwu kepada MDA yang tengah memasuki tahapan penting menuju operasi tambang emas Awak Mas.

Dalam seremoni tersebut, Trisakti Simorangkir hadir bersama Direktur Human Capital dan Corporate Service MDA, Muhammad Suhada, serta jajaran manajemen perusahaan.

Kehadiran mereka disambut langsung oleh YM Datu Luwu didampingi YM Cenning Luwu, Hj. Andi Sitti Husaima Opu Daeng Ripajung, serta Dewan Adat 12 Kedatuan Luwu.

Baca juga : Kemarau Ancam Panen di Luwu, Masmindo Bantu Pasok Air untuk 70 Hektare Sawah

Momentum ini memiliki makna tersendiri karena untuk pertama kalinya rangkaian penerimaan MDA dilaksanakan di Langkanae, pusat kebudayaan dan simbol kebesaran Kedatuan Luwu.

Selain penyematan keris kepada Direktur Utama MDA, Direktur Human Capital dan Corporate Service Muhammad Suhada juga menerima Pin Kedatuan yang disematkan oleh perwakilan Dewan Adat Kedatuan Luwu.

Prosesi Mangngolo Ri Arajang sendiri merupakan tradisi adat yang sarat makna. Prosesi tersebut mengandung pesan agar setiap langkah besar diawali dengan niat baik, penghormatan, serta keselarasan dengan nilai budaya dan kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat.

Secara simbolis, prosesi ini juga menjadi permohonan restu kepada seluruh ciptaan Tuhan agar setiap ikhtiar yang dijalankan dapat berlangsung dengan baik, lancar, dan membawa manfaat bagi banyak pihak.

Melalui Maddika Ponrang, YM Datu Luwu menyampaikan bahwa MDA kini telah menjadi bagian dari Keluarga Kedatuan Luwu.

Baca juga : Masmindo Serahkan Bantuan Treadmill untuk RSUD Batara Guru

Kedatuan juga menyatakan dukungannya terhadap jalannya kegiatan operasional perusahaan dengan harapan kehadiran MDA dapat memberikan kemaslahatan bagi masyarakat Tana Luwu.

Dalam kesempatan tersebut, YM Datu Luwu turut menyampaikan keinginannya untuk hadir langsung di lokasi Proyek Awak Mas saat momentum First Gold nanti.

Pesan tersebut menjadi kehormatan sekaligus penyemangat bagi MDA untuk terus menjaga kepercayaan yang telah diberikan seiring perjalanan Proyek Awak Mas menuju tahap produksi.

Direktur Utama MDA, Trisakti Simorangkir, menyampaikan apresiasi atas penerimaan dan kepercayaan yang diberikan oleh Kedatuan Luwu.

“Kami merasa terhormat atas penerimaan YM Datu Luwu dan seluruh Dewan Adat Kedatuan Luwu. Mangngolo Ri Arajang membawa pesan bahwa setiap langkah besar hendaknya dimulai dengan niat baik dan penghormatan,” ujar Trisakti.

Baca juga : Masmindo Kirim Tiga Personel ERT Bergabung dalam Misi Kemanusiaan di NTT

Menurutnya, pesan yang terkandung dalam prosesi adat tersebut menjadi pengingat bagi perusahaan untuk terus menghormati nilai budaya dan kearifan lokal dalam menjalankan kegiatan usaha.

“Bagi Masmindo, kepercayaan ini harus kami jaga dengan menjalankan kegiatan perusahaan selaras dengan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat dan memastikan kehadiran kami memberikan manfaat bagi masyarakat Tana Luwu. Kami tentu berharap dapat menyambut YM Datu Luwu di Proyek Awak Mas pada momentum First Gold nanti,” katanya.

Bagi MDA, penerimaan sebagai bagian dari Keluarga Kedatuan Luwu menjadi kehormatan sekaligus amanah yang akan terus dijaga seiring Proyek Awak Mas memasuki tahapan penting menuju operasi dan produksi emas perdana.