Nasional

Prabowo Copot Kapolri Listyo Sigit

×

Prabowo Copot Kapolri Listyo Sigit

Sebarkan artikel ini
Prabowo Copot Kapolri Listyo Sigit
Kapolri Jenderal Lisyo Sigit Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran di sela peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (01/10). (Youtube Sekretariat Presiden)

NASIONAL, sindosulsel.com – DPR RI menyetujui pengangkatan Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (01/10/2026). DPR juga menyetujui usulan pemberhentian dengan hormat Listyo Sigit dari jabatan tersebut.

Keputusan itu diambil setelah Komisi III DPR menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap Suyudi pada pagi hari yang sama. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) tersebut merupakan calon tunggal yang diajukan Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Komisi III DPR Habiburokhman kemudian membawa hasil pembahasan pemberhentian Listyo Sigit dan uji kelayakan Suyudi ke rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPR Puan Maharani.

“Kami meminta persetujuan pengangkatan Komjen Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, apakah dapat disetujui?” kata Puan, sebagaimana dikutip dari ANTARA.

Anggota DPR yang hadir menyatakan setuju. Puan kemudian mengetuk palu sebagai tanda persetujuan parlemen.

Proses pergantian Kapolri diawali surat Presiden Prabowo tertanggal Rabu (30/09/2026). Surat bernomor R57/Pres/09/2026 itu memuat usulan pemberhentian dari jabatan Kapolri sekaligus pengangkatan penggantinya.

Komisi III menindaklanjuti surat tersebut dengan menguji kelayakan Suyudi. Setelah mendengarkan pemaparannya, anggota komisi menyetujui pencalonan itu secara aklamasi.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya mengonfirmasi bahwa Presiden menjadwalkan pelantikan Suyudi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis siang.

Baca  Hari Kedua Menjabat, Kapolri Suyudi Mutasi 88 Perwira dan Ganti 19 Kapolda

Sementara itu, Listyo Sigit mengungkapkan rencana penugasannya sebagai Kepala Staf Kepresidenan, menggantikan Dudung Abdurachman. Pernyataan tersebut disampaikan kepada wartawan di kompleks Istana sebelum agenda pelantikan.

“Saya akan dilantik menjadi KSP tapi nanti jelasnya setelah selesai dilantik,” kata Listyo, sebagaimana dikutip dari ANTARA. Ia menyebut penugasan tersebut sebagai kehormatan untuk melanjutkan pengabdian kepada bangsa.

Dalam uji kelayakan di DPR, Suyudi mengusung doktrin “Polisi Bersama Masyarakat”. Ia menempatkan masyarakat sebagai pusat pelayanan kepolisian dan menjanjikan pembenahan institusi yang dimulai dari pimpinan.

Suyudi juga memaparkan agenda 100 hari pertama. Tahap awal mencakup pemeriksaan pelayanan laporan masyarakat, tunggakan perkara, penanganan pengaduan, perlindungan kelompok rentan, serta kesiapan Polres dan Polsek.

Tahap berikutnya diarahkan untuk menguji perbaikan di lapangan, memperlihatkan hasilnya, dan mengoreksi langkah yang belum berhasil.

“100 hari pertama bukan panggung untuk mengumumkan sebanyak mungkin program, 100 hari pertama adalah fase membuktikan arah,” kata Suyudi, sebagaimana dikutip dari ANTARA.

Suyudi merupakan lulusan Akademi Kepolisian angkatan 1994. Berdasarkan keterangan resmi BNN, ia memiliki pengalaman panjang di bidang reserse dan pernah memimpin sejumlah kepolisian resor.

Ia menjabat Wakapolda Metro Jaya pada 2023, kemudian Kapolda Banten pada Juni 2024. Presiden Prabowo melantiknya sebagai Kepala BNN pada Senin (25/08/2025).