EkobisLuwu

Petani Balla Panen 7,5 Ton per Hektare Saat Kemarau, Dinas Pertanian Dorong MDA Masuk Sektor Pertanian

×

Petani Balla Panen 7,5 Ton per Hektare Saat Kemarau, Dinas Pertanian Dorong MDA Masuk Sektor Pertanian

Sebarkan artikel ini
Petani Balla Panen 7,5 Ton per Hektare Saat Kemarau, Dinas Pertanian Dorong MDA Masuk Sektor Pertanian

LUWU, sindosulsel.com – Keberhasilan petani Desa Balla, Kecamatan Bajo, mempertahankan produktivitas pertanian di tengah musim kemarau mendapat apresiasi dari Dinas Pertanian Kabupaten Luwu.

Di tengah keterbatasan pasokan air, petani setempat mampu menghasilkan panen padi sekitar 7,5 ton per hektare atau setara 60 karung per hektare.

Capaian tersebut dinilai menjadi bukti bahwa kolaborasi antara petani, pemerintah desa, penyuluh pertanian, hingga berbagai pemangku kepentingan mampu menjaga produktivitas sektor pertanian meski menghadapi tantangan kekeringan.

Baca juga : MDA Latih 42 Pelaku UMKM dari 21 Desa di Luwu, 10 Usaha Terpilih Dapat Bantuan Modal

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, Hidayat Ilyas, mengapresiasi kontribusi PT Masmindo Dwi Area (MDA) dalam mendukung masyarakat Desa Balla dan berharap kolaborasi tersebut dapat diperluas ke sektor pertanian.

Menurutnya, perhatian perusahaan terhadap masyarakat menjadi modal penting untuk membangun sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa.

“Semoga di musim tanam berikutnya harapan-harapan kita bisa terwujud, sehingga keluarga petani menjadi lebih baik dan kesejahteraan mereka terus meningkat,” kata Hidayat saat menghadiri panen raya di Desa Balla, Rabu (30/9/2026).

Baca juga : Enam Desa Dampingan MDA-UNCP Masuk 10 Destana Baru di Luwu

Harapan serupa juga disampaikan Kepala Desa Balla, Baso Jima. Ia menilai sektor pertanian perlu menjadi salah satu fokus pengembangan program pemberdayaan MDA, terutama melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan dukungan bagi petani.

Selama ini, kata Baso, masyarakat telah merasakan sejumlah program MDA, mulai dari bantuan sektor peternakan hingga pelatihan dan pengembangan UMKM.

Karena itu, pemerintah desa berharap dukungan tersebut dapat diperluas ke sektor pertanian yang menjadi salah satu sumber utama penghidupan warga Desa Balla.

Keberhasilan panen tahun ini tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak dalam menghadapi dampak kekeringan.

Baca juga : Kemarau Ancam Panen di Luwu, Masmindo Bantu Pasok Air untuk 70 Hektare Sawah

Pemerintah desa bersama kelompok tani, penyuluh pertanian, Babinsa, dan stakeholder lainnya melakukan pengaturan distribusi air irigasi serta pompanisasi untuk menjaga tanaman tetap bertahan hingga masa panen.

Sekitar 10 hektare lahan yang terdampak kekeringan juga berhasil diselamatkan.

Ke depan, pemerintah desa dan kelompok tani telah menyepakati jadwal musim tanam berikutnya melalui tudang sipulung dengan target penanaman tidak melewati Desember 2026.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat di tengah tantangan perubahan cuaca.