SINDOSULSEL.COM, Ragam – Fenomena astronomi memiliki banyak variasi menarik, salah satunya adalah Aphelion.
Baru-baru ini, beredar kabar di WhatsApp yang menyebutkan bahwa Aphelion bisa membuat Bumi menjadi sangat dingin.
Namun, menurut Peneliti Pusat Riset Antariksa LAPAN, Andi Pangeran, klaim tersebut tidak memiliki dasar.
Dalam keterangan resmi LAPAN pada Senin (24/1/2022), Andi menjelaskan bahwa Aphelion adalah saat Bumi berada pada jarak terjauhnya dari Matahari, yang terjadi pada tanggal 4 Juli 2022 dengan jarak mencapai 152.098.455 kilometer.
Menurutnya, dalam 200 tahun terakhir, Aphelion selalu terjadi pada bulan Juli.
Andi menegaskan bahwa fenomena Aphelion tidak mempengaruhi suhu permukaan Bumi secara signifikan.
Faktor-faktor klimatologis seperti iklim dan intensitas Matahari yang bervariasi memiliki peran yang lebih besar dalam fluktuasi suhu.
“Intensitas Matahari berubah-ubah, mencapai sekitar 1.321,5 W/m2 saat Aphelion, atau sekitar 3,4% lebih rendah dari rata-ratanya (1.366 W/m2),” jelasnya.
Dengan demikian, fluktuasi suhu efektif di permukaan Bumi hanya berkisar sekitar 2,4 derajat Celsius dari suhu rata-rata sekitar 15 derajat Celsius.
Sumber: Okezone












