SINDOSULSEL.COM, Makassar – Penyaluran dana hibah dari KONI ke Pordasi Sulsel mengalami kebuntuan.
Dana hibah yang diharapkan oleh Pordasi Sulsel diduga tidak sepenuhnya terealisasi.
Untuk menyelesaikan masalah ini, Ketua Harian dan sejumlah anggota Pordasi Sulsel melayangkan surat ke Sekretariat DPRD Provinsi Sulsel untuk mengajukan Rapat Dengar Pendapat (RDP).
“Hari ini, Rabu (14/8/2024), kami telah mengirim surat ke Sekretariat DPRD Provinsi Sulsel untuk meminta RDP terkait penyaluran dana hibah di KONI. Surat ini telah diterima oleh M. Jabir,” ujar Haris, Ketua Harian Pordasi Sulsel.
Haris menjelaskan bahwa berbagai upaya telah dilakukan Pordasi untuk berkoordinasi dengan pihak KONI, namun hingga kini belum ada hasil yang memuaskan.
Setelah berkoordinasi dengan Dispora Sulsel, Pordasi disarankan untuk membawa masalah ini ke DPRD agar bisa dibahas dalam RDP.
“Setelah berkonsultasi dengan Dispora, Pak H. Suherman menyarankan kami untuk membawa masalah ini ke RDP. Menurut Pak Kadis, semua anggaran sudah disalurkan ke KONI, termasuk dana hibah aspirasi Pordasi,” ungkap Haris.
Permasalahan ini bermula ketika Pordasi meminta dana hibah aspirasi yang telah diserahkan Dispora ke KONI Sulsel, namun dana tersebut diduga sudah habis.
Ketua KONI Sulsel mengkonfirmasi hal ini saat Haris berkunjung ke kantor KONI Sulsel.
Diketahui bahwa dana yang disuntikkan ke KONI Sulsel mencapai 17,5 miliar rupiah, dengan dana hibah aspirasi Pordasi Sulsel sebesar 2,5 miliar rupiah.
Untuk membantu keuangan KONI Sulsel dalam ajang PON mendatang, Pordasi Sulsel dengan legowo menghibahkan 1,5 miliar rupiah dari dana hibah aspirasinya kepada KONI.
Sementara itu, Wakil Ketua II KONI Sulsel, Chalik Suang, membenarkan bahwa ada dana hibah aspirasi Pordasi yang dikelola oleh KONI Sulsel, namun ia enggan memberikan keterangan lebih lanjut.
“Betul, dana hibah aspirasi Pordasi sebesar 2,5 miliar rupiah memang dipegang oleh KONI Sulsel, tapi untuk detailnya, silakan hubungi Sekum KONI Sulsel,” ujarnya singkat.












