OPINIPendidikan

Benarkah Indonesia Terhambat oleh Asing?

×

Benarkah Indonesia Terhambat oleh Asing?

Sebarkan artikel ini
Benarkah Indonesia Terhambat oleh Asing?
Foto : Baharuddin Solongi, Pemerhati Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik.(ist)

Pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa faktor paling menentukan bukanlah tekanan eksternal, melainkan kualitas institusi domestik. Negara yang memiliki birokrasi profesional, hukum yang ditegakkan secara konsisten, pendidikan yang berkualitas, serta kepemimpinan yang berorientasi jangka panjang cenderung lebih mampu memanfaatkan peluang global dibandingkan negara yang institusinya lemah.

Indonesia sesungguhnya memiliki modal yang luar biasa. Dengan lebih dari 280 juta penduduk, kekayaan mineral strategis, cadangan nikel terbesar dunia, sumber daya kelautan yang melimpah, dan posisi geografis yang strategis, Indonesia memiliki hampir semua syarat untuk menjadi negara maju.

Persoalannya bukan pada kekurangan sumber daya, melainkan pada kualitas pengelolaannya.

Korupsi masih menjadi masalah serius. Biaya politik yang tinggi mendorong sebagian elite melihat jabatan sebagai investasi. Regulasi sering berubah dan menciptakan ketidakpastian. Birokrasi belum sepenuhnya efisien. Penegakan hukum masih menghadapi persoalan konsistensi dan independensi. Akibatnya, sebagian potensi nasional bocor sebelum sempat menghasilkan kesejahteraan yang optimal bagi rakyat.

Dalam situasi seperti itu, pengaruh asing memang dapat memperbesar masalah, tetapi bukan menjadi akar utama persoalan. Ibarat sebuah kapal, badai dari luar memang berbahaya. Namun badai akan jauh lebih merusak apabila kapal memiliki kebocoran di dalamnya.

Karena itu, perdebatan mengenai siapa yang harus disalahkan sering kali tidak membawa bangsa ini ke mana-mana. Yang lebih penting adalah bagaimana memperkuat institusi negara, memperbaiki tata kelola pemerintahan, menekan korupsi, meningkatkan kualitas pendidikan, dan membangun budaya politik yang menempatkan kekuasaan sebagai amanah publik.

Bangsa yang besar tidak dibangun dengan menyalahkan pihak luar, tetapi juga tidak dibangun dengan menutup mata terhadap pengaruh eksternal. Kedewasaan sebuah bangsa terletak pada kemampuannya membedakan mana faktor yang berada di luar kendali dan mana yang menjadi tanggung jawabnya sendiri.

Setelah delapan puluh tahun merdeka, mungkin pertanyaan yang paling relevan bukan lagi apakah Indonesia dihambat oleh asing atau tidak. Pertanyaan yang lebih penting adalah: sudahkah kita mengelola kemerdekaan, kekayaan alam, dan kekuasaan politik yang kita miliki dengan sebaik-baiknya?

Sebab sejarah menunjukkan bahwa tidak ada negara yang menjadi maju hanya karena terbebas dari pengaruh asing. Negara menjadi maju ketika mampu membangun institusi yang kuat, kepemimpinan yang berintegritas, dan tata kelola yang menempatkan kepentingan rakyat di atas segala kepentingan lainnya.