Ragam

Ramai Polemik Starlink, Luhut: Salah Sendiri Tidak Bisa Berkompetisi

×

Ramai Polemik Starlink, Luhut: Salah Sendiri Tidak Bisa Berkompetisi

Sebarkan artikel ini
Ramai Polemik Starlink, Luhut: Salah Sendiri Tidak Bisa Berkompetisi
Foto: Starlink Indonesia

Telkom, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang telekomunikasi, khawatir dengan Starlink yang dapat langsung berjualan layanan internet kepada konsumen di Indonesia. BUMN ini berharap adanya campur tangan Pemerintah terkait persaingan.

Meskipun Telkom sebelumnya bekerja sama dengan Starlink terkait infrastruktur dasar telekomunikasi, Starlink kini dapat menyediakan layanan langsung kepada konsumen.

Telkom juga telah mengajukan kerja sama dengan Starlink untuk menjadi mitra pada segmen bisnis ke konsumen langsung.

“Dalam konteks untuk layanan langsung ke pelanggan, Negara perlu hadir,” tambah Direktur Wholesale and International Service Telkom, Bogi Witjaksono.

Meskipun demikian, beberapa pelaku usaha telekomunikasi lokal mengkhawatirkan persaingan bisnis dengan Starlink dan menduga bahwa perusahaan ini melakukan pricing yang tidak sehat.

Namun, peneliti di Data and Democracy Research Hub menilai bahwa Starlink tidak melakukan pricing yang tidak sehat.

Menurut OECD, predatory pricing adalah strategi perusahaan menetapkan harga sangat rendah, tetapi harga Starlink lebih tinggi daripada provider lokal saat ini.

“Kekhawatiran mengenai predatory pricing oleh Starlink boleh jadi terlalu berlebihan karena harga Starlink lebih tinggi daripada provider lokal saat ini,” demikian kata pernyataan Peneliti Data and Democracy Research Hub, Arif Perdana.

Sumber: katadata