LUWU, sindosulsel.com – Polemik kepemilikan dan pemanfaatan lahan hibah dari Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu kepada Universitas Andi Djemma (Unanda) kembali mencuat ke publik.
Lahan seluas kurang lebih 30 hektare yang terletak di Desa Baramamase dan Kalibamamase disebut-sebut belum dimanfaatkan secara optimal selama hampir satu dekade sejak proses pembebasan dilakukan.
Isu ini menjadi perhatian warga setempat, terutama karena lahan tersebut selama puluhan tahun telah dikelola masyarakat sebagai sumber mata pencaharian di sektor pertanian.
Kondisi ini membuat warga merasa tidak tenang dengan rencana pembangunan kampus yang hingga kini belum terealisasi.
Mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Walenrang Lamasi, Muh. Khalil Akbar, yang juga berdomisili di Desa Baramamase, meminta pemerintah daerah untuk meninjau ulang status hibah tersebut.
“Jika memang tidak sesuai dengan komitmen awal, sebaiknya status hibah dicabut dan dialihkan ke pemanfaatan yang lebih produktif demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti potensi penyimpangan tujuan awal hibah jika lahan tersebut tidak segera dimanfaatkan.
Menurutnya, jangan sampai program yang mengatasnamakan pendidikan justru berujung pada komersialisasi yang tidak berpihak pada masyarakat.
Senada dengan itu, tokoh pemuda Luwu, Bayu Purnomo, menilai tanda-tanda pembangunan kampus belum terlihat jelas di lokasi.
Bahkan, baliho proyek yang pernah dipasang disebut sudah mengalami kerusakan tanpa diikuti perkembangan pembangunan yang signifikan.
“Sudah hampir 10 tahun, tapi belum ada pondasi yang dibangun. Ini yang menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat,” ungkapnya.
Warga pun mendesak agar Pemerintah Kabupaten Luwu bersama DPRD Kabupaten Luwu mempertimbangkan aspirasi masyarakat terkait keberlanjutan status lahan tersebut.
Mereka berharap lahan dapat dikembalikan untuk dikelola masyarakat apabila tidak segera dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Polemik ini diharapkan menjadi perhatian serius para pemangku kebijakan agar ke depan setiap kebijakan hibah lahan benar-benar memberikan manfaat nyata, baik untuk pengembangan pendidikan maupun kesejahteraan masyarakat lokal.












