SINDOSULSEL.COM, Luwu – Posko induk tanggap darurat bencana alam Sulawesi Selatan melaporkan sudah 43 warga Latimojong berhasil dievakuasi di hari ke-4 pasca bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Luwu,
Penjabat (PJ) Bupati Luwu, Muhammad Saleh, kepada wartawan melaporkan penerbangan pertama helikopter milik TNI AU ke Latimojong mengevakuasi 8 warga dan penerbangan ke dua mengevakuasi 28 warga ke Kota Belopa.
Untuk penerbangan pertama helikopter milik Polri mengevakuasi 4 warga dan penerbangan kedua mengevakuasi 3 warga.
“Seluruh warga tiba dengan selamat di posko induk tanggap darurat bencana alam Sulawesi Selatan. Mereka langsung mendapat perawatan medis untuk memastikan kondisi mereka sehat atau bisa rawat jalan, sebelum diserahkan ke keluarganya masing-masing yang datang menjemput,” katanya.
Baca juga : Dua Akses Jalan ke Latimojong Sudah Terbuka
“Data dari posko kesehatan, korban musibah banjir dan longsor di Luwu, rawat jalan 252 orang, rawat inap 7 orang, luka ringan 12 orang, luka sedang 5 orang, luka berat 1 orang,” lanjut Saleh.
Kalaksa BPBD Sulsel, Amson Padolo, menyampaikan situasi pasca banjir di beberapa kabupaten di Sulsel, Sidrap, Wajo dan Luwu mulai kondusif, keadaan sudah bisa kita kendalikan.
“Kecuali di Luwu, itu khusus di Kecamatan Latimojong. Sampai saat ini saudara kita yang meninggal dunia, 11 orang di Luwu dan 1 pencarian. Kemudian korban lain, 1 orang di Sidrap atas nama Puang Ali dan 1 orang di Wajo atas nama Ambo Ala. Korban di Wajo ditemukan setelah pencarian selama tiga hari, ditemukan minggu, pukul 06.00 WITA,” sebut Amson.
Posko darurat bencana banjir dan longsor di Sulsel saat ini focus di Lapangan Andi Djemma Belopa. “Sekali lagi kami sampaikan, posko induk kita di Lapangan Andi Djemma Belopa, mengkafer semua daerah terdampak. Status tanggap darurat selama 14 hari, ini bisa saja diperpanjang itu tergantung kondisi di lapangan nantinya,” sambung Amson.
Baca juga : Terjebak Macet Akibat Banjir di Wajo, Sejumlah Pengendara Alami Kelaparan
Pangdam Hasanuddin, Mayjen Bobby Rinal Makmun dan Kapolda Sulsel, Irjen Pol Andi Rian R Djajadi, didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Suryadarma Hasyim, mengunjungi dan memeriksa perkembangan informasi penanganan banjir di posko induk, sekira pukul 11.00 WITA hingga pukul 14.00 WITA.
Mereka memastikan distribusi logistik lancar sehingga warga yang terisolir tidak mengalami kekurangan. “Semoga evakuasi warga dapat dimudahkan,” ujar mereka.
Andi Rian R Djajadi, menyampaikan, proses bantuan baik pengiriman distribusi logistic maupun evakuasi sejumlah warga masih difokuskan di Kecamatan latimojong.
“Sampai saat ini belum bisa kita pulihkan sama sekali akses darat oleh karena itu kita masih memprioritaskan droping logistik melalui udara,” sebutnya.
“Hari ini 3 ton logistik berhasil kita drop ke Kecamatan Latimojong sekaligus melakukan evakuasi warga Latimojong yang dalam kondisi emergensi dan membutuhkan pertolongan. Kendala kita saat ini cuaca buruk, sehingga prosesnya tidak bisa kita lanjutkan hari ini,” tutupnya.
Baca juga berita di Google News












