SINDOSULSEL.COM, Makassar – Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus memperkuat kualitas sumber daya manusianya menjelang pengangkatan dosen tetap Yayasan Wakaf UMI.
Sebanyak 70 Calon Dosen Tetap mengikuti Pembekalan Program Pengabdian UMI Mengajar Gelombang II yang dilaksanakan di Masjid Nurul Iman, Lantai 10 Menara UMI, pada Jumat (6/2/2026).
Kegiatan ini merupakan tahap akhir dan syarat mutlak bagi para calon dosen sebelum ditetapkan statusnya menjadi dosen tetap 100 persen.
Program ini dirancang khusus untuk mematangkan kesiapan pengabdian, integritas, serta peran strategis dosen UMI sebagai pendidik sekaligus representasi nilai-nilai moral kampus di tengah masyarakat.
Acara tersebut dibuka langsung oleh Rektor UMI, Prof. Hambali Thalib, serta dihadiri oleh Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof. Masrurah Mokhtar, dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) UMI, Abd. Rauf Assegaf.
Dalam arahannya, Prof. Hambali Thalib menegaskan bahwa UMI Mengajar bukan sekadar formalitas, melainkan gerbang peneguhan amanah.
Ia mengingatkan bahwa menjadi dosen UMI adalah jalan perjuangan dan dakwah.
“Ini adalah tahap akhir sebelum saudara-saudara ditetapkan sebagai dosen tetap secara penuh. UMI Mengajar bukan sekadar program pengabdian, tetapi peneguhan amanah bahwa menjadi dosen UMI adalah jalan perjuangan, dakwah, dan pengabdian,” tegas Rektor.
Lebih lanjut, Prof. Hambali menekankan pentingnya peran dosen muda sebagai duta kampus yang membawa reputasi institusi.
Hal ini berkaitan dengan target strategis universitas dalam penerimaan mahasiswa baru.
“Kami menargetkan 7.000 mahasiswa baru pada tahun akademik 2026/2027. Karena itu, para calon dosen kami harapkan menjadi duta UMI, menampilkan integritas, kualitas, dan nilai ke-UMI-an dalam setiap peran di masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof. Masrurah Mokhtar, mengingatkan para peserta mengenai pentingnya loyalitas dan kesungguhan.
Ia menegaskan bahwa yayasan menerapkan sistem yang adil terkait prestasi dan pelanggaran.
“Bersyukurlah karena saudara telah lulus dan sampai pada tahap ini. Jangan main-main di UMI. Mengabdi di UMI adalah amanah besar. Yayasan akan memberikan apresiasi bagi dosen berprestasi dan menegakkan aturan bagi yang melanggar,” ujar Prof. Masrurah.
Ketua LPkM UMI, Abd. Rauf Assegaf, dalam laporannya menjelaskan bahwa 70 peserta gelombang kedua ini sebelumnya telah melalui proses peningkatan status dosen hingga 80 persen, termasuk mengikuti kegiatan Pencerahan Qalbu.
“UMI Mengajar adalah wujud kontribusi nyata dosen dalam memperkuat literasi masyarakat, menghadirkan solusi, sekaligus memperkenalkan UMI sebagai lembaga pendidikan dan dakwah yang hadir dan berdampak,” jelasnya.
Guna mematangkan persiapan para calon dosen, pembekalan ini menghadirkan narasumber dari jajaran pimpinan universitas dan yayasan, antara lain Ketua Pembina YW-UMI Prof. Mansyur Ramly, Wakil Rektor I Prof. Ir. Dirgahayu Lantara, Wakil Rektor II Prof. Ir. Zakir Sabara, serta Wakil Rektor IV M. Ishaq Shamad.
Materi yang diberikan mencakup penguatan nilai ke-UMI-an, etika pengabdian, hingga strategi membangun kepercayaan publik.












