WAJO – Pj Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Bahtiar Baharuddin menebar 250 ribu beni ikan Mas dan Nilai di Bendungan Kalola Kecamatan Maniangpajo dan Bendungan Paselloreng di Kecamatan Gilireng, Selasa (2/4/2024).
Penaburan benih ikan di dua bendungan itu sejalan dengan program prioritas ketahanan pangan Pj Gubernur Sulsel dalam mengatasi persoalan kemiskinam ekstrem di wilayah Sulsel.
Menurut Bahtiar, penebaran benih ikan merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dalam memacu peningkatan ekonomi masyarakat.
“Kita ingin daerah-daerah yang dapat dihidupi ikan ditebar benih, seperti sungai, danau dan bendungan. Ini program saya di sektor perikanan agar potensi ini bernilai ekonomi sekaligus menjadi sumber pemenuhan gizi masyarakat,” ujarnya
Baca Juga : https://sindosulsel.com/pj-gubernur-ajak-warga-sulsel-di-perantauan-pulang-kampung-bangun-daerah/
Bahtiar menjelaskan, salah satu tantangan yang harus dihadapi pemerintah kedepan ialah tingginya inflasi, kemiskinan ekstrim, dan tingginya angka stunting.
Olehnya itu Bahtiar meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo untuk memikirkan dan memanfaatkan potensi yang ada berupa aliran sungai, danau dan bendungan di daerah ini untuk pengembangan perikanan air tawar.
“Air dari bendungan-bendungan besar ini jangan hanya dimanfaatkan untuk mengairi lahan-lahan persawahan tetapi dikembangkan potensinya untuk perikanan air tawar. Bahkan kalau bisa dikembangkan menjadi kawasan wisata,” pintanya
Baca Juga : https://sindosulsel.com/dampingi-gubernur-kepala-bapplitbangda-jelaskan-potensi-luwu/
Sementara itu, Pj.Bupati Wajo Andi Bataralifu mengatakan, pemanfaatan bendungan untuk potensi perikanan tentunya harus mendapatkan izin dari Kementerian PUPR karena pengelolaan Bendungan tidak menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten.
“Tentu ini menjadi perhatian buat kita semua dalam mengembangkan dan coba mengonsolidasikan agar bernilai ekonomi dan bermanfaat secara umum bagi masyarakat,” jelasnya
(*)












