LUWU – Tapping Metal Perdana FerroNickel FeNi 1 oleh PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) berjalan lancar tanpa kendala.
Perusahaan smelter milik Kalla Group tersebut berhasil memproduksi nikel pertama di Kabupaten Luwu dan yang kedua di Sulawesi Selatan setelah PT Vale di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur.
Site Manager PT BMS, Zulkarnaen, menyampaikan terimakasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Luwu, Pemkab Luwu termasuk jajarannya, yang telah mendukung penuh produksi nikel pertama di Luwu.
“Menjadi salah satu sejarah di Kabupaten Luwu melalui perusahaan smelter karya anak bangsa dan dioperasikan oleh anak bangsa, melakukan tapping perdana dan menjadi produk FerroNickel pertama di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan,” ujar pria yang akrab disapa Zul.
“Terimakasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Luwu khususnya masyarakat di Kecamatan Bua, Pemkab Luwu dan seluruh karyawan PT BMS, atas dukungan selama ini,” lanjutnya.
Proyek smelter PT BMS telah memasuki tahapan proses tapping metal perdana (first metal tapping) pada Jumat, 12 April 2024 atau bertepatan 3 Syawal 1445 H.
First metal tapping adalah rangkaian commissioning pabrik feronikel yang sekaligus menjadi kelanjutan tahapan switch-on Electric Smelting Furnace (ESF).
Perusahaan Kalla Group tersebut berada di Desa Lare-Lare Kecamatan Bua. Kalla Group berencana akan mendirikan 7 pabrik smelter hingga kurun waktu 2025 mendatang.
Baca juga : https://sindosulsel.com/bms-hadirkan-perputaran-uang-hingga-rp56-miliar-perbulan/
“Alhamdulillah, pabrik satu sudah operasi, doakan agar pabrik dua untuk Nickel Sulfate Batt Belum bisa rampung dalam beberapa bulan kedepan hingga bisa operasi di akhir tahun ini,” ujar Zul.
Selain akan menjadi sumber PAD baru bagi Kabupaten Luwu, kehadiran Smelter PT BMS di Bua juga telah mampu menurunkan angka pengangguran di Luwu dan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.
Saat ini, jumlah karyawan PT BMS mencapai 1.600 karyawan dan dipastikan akan terus bertambah setelah proses Tapping selesai dan pembangunan pabrik dua Nickel Sulfate BattBelum yang sementara berjalan.
Smelter nikel adalah tempat pemurnian dan peleburan bijih untuk menghasilkan nikel yang berkualitas. Bijih sendiri adalah logam yang teroksidasi dengan tanah dan bebatuan sehingga harus diekstraksi untuk menghasilkan logam murni.
Data oktober 2023, di Indonesia terdapat 25 smelter yang sedang tahap konstruksi membutuhkan pasokan nikel sebanyak 75 juta ton per tahun.
Baca juga berita di Google News












