LUWU – Kehadiran perusahaan Kalla Group, PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) di Kabupaten Luwu, mampu mendorong percepatan ekonomi masyarakat di sekitar area pabrik.
Redaksi mencatat, jumlah karyawan PT BMS saat ini mencapai Rp1.600 orang karyawan. Jika dikalikan dengan upah UMR saat ini Rp3,64 juta, maka estimasi uang yang beredar di Luwu, Kecamatan Bua dari BMS, sekira Rp5,8 miliar.
Site Manager PT BMS, Zulkarnaen, berharap uang tersebut dapat berputar di tengah masyarakat Kecamatan Bua.
“Kita membayangkan jika uang ini berputar di Bua, mencapai Rp5,8 miliar per bulan, kami yakin Kecamatan Bua akan cepat maju dibanding daerah lainnya di Sulsel,” ujar Zul.
Ia berharap, dukungan pemerintah untuk masyarakat Bua melalui kebijakan politik dan pembangunan bisa menjadi perhatian.
“Saya dengar akan dibangun rumah sakit regional di Bua. Rencana ini sangat baik. Kebijakan pembangunan perlu, agar, itu tadi, uang yang dipegang masyarakat yang jumlahnya Rp5,8 miliar per bulan ini tidak keluar atau dibelanjakan di luar daerah, minimal separuhnya bisa berputar di Bua, sehingga kehadiran BMS bisa dirasakan seluruh masyarakat di Bua,” lanjut Zul.
Baca juga berita di Google News












