SINDOSULSEL.COM, Palopo – Peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) ke-757 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-79 diwarnai aksi unjuk rasa yang digelar oleh puluhan mahasiswa di Jalan Trans Sulawesi, tepat di perbatasan Kota Palopo dan Kabupaten Luwu, Kamis (23/1/2025).
Mahasiswa dari berbagai aliansi menutup jalan dan membakar ban bekas sebagai bentuk protes. Mereka menuntut pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Luwu Tengah dan DOB Provinsi Luwu Raya.
Selain itu, para pendemo juga melayangkan mosi tidak percaya kepada pemerintah daerah di Luwu Raya serta para politisi asal Luwu Raya yang duduk di Senayan.
Mereka menilai bahwa para wakil rakyat tersebut belum maksimal memperjuangkan aspirasi masyarakat Luwu Raya. “Kami akan terus berjuang hingga tuntutan kami dipenuhi,” tegas Korlap aksi saat ditemui di lokasi demonstrasi.
Aksi demonstrasi yang berlangsung siang hingga petang, menjelang magrib hari ini mengakibatkan kemacetan parah di sepanjang jalan poros trans Sulawesi.
Antrean kendaraan dari kedua arah mencapai panjang hingga 5 kilometer. Kendaraan roda dua dan empat terpaksa harus mengantre berjam-jam untuk dapat melintas.
Meski aksi berlangsung dengan pengawalan dari pihak kepolisian, situasi sempat memanas akibat cekcok antara mahasiswa dan beberapa pengguna jalan yang terhambat oleh aksi blokade tersebut.
Baca juga berita di Google News












