SINDOSULSEL.COM, Sidrap – Sejumlah mahasiswa di Kabupaten Sidrap menggelar aksi demonstrasi Rabu (26/02/2025), untuk menyuarakan tuntutan kepada pemerintah pusat dan daerah.
Aksi yang dimulai pukul 09.00 WITA ini berawal dari Masjid Raya sebelum bergerak menuju Polres Sidrap dan Kantor DPRD Sidrap.
Dalam aksi yang dipimpin oleh Yoga sebagai Jenderal Lapangan serta Arsyidsyah dan Fajrul sebagai Koordinator Lapangan, massa menyampaikan beberapa tuntutan utama:
- Pencabutan Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran yang dinilai merugikan sektor publik.
- Evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratia (MBG), yang dianggap tidak memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat.
- Mendesak penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) tentang perampasan aset bagi pelaku korupsi guna mempercepat pemberantasan korupsi di Indonesia.
- Penolakan terhadap investasi Danantara, yang dinilai tidak berpihak pada kesejahteraan rakyat.
- Penertiban tempat hiburan malam (THM) di Kabupaten Sidrap.
- Penyelesaian jembatan putus yang menghubungkan Desa Bulucenrana dan Desa Betao, yang hingga kini belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Para demonstran mengenakan pakaian serba hitam dan pita merah putih sebagai simbol perlawanan terhadap kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada rakyat.
Mereka juga membawa ban bekas, toa, speaker, mobil pick-up, serta dua spanduk besar sebagai bagian dari aksi.
Meskipun sempat terjadi ketegangan di beberapa titik, aksi ini berlangsung damai dan tertib.
Mahasiswa menegaskan bahwa demonstrasi ini dilakukan secara independen tanpa membawa atribut kampus atau organisasi.












