SINDOSULSEL.COM, Soppeng – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia olahraga Kabupaten Soppeng.
Enam atlet panahan yang tergabung dalam Warani Archery School sukses memborong 28 medali dalam ajang Y.A.C Tournament di Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, yang berlangsung pada 24–29 Juni 2025.
Warani Archery School merupakan klub binaan PERPANI Kabupaten Soppeng. Meski hanya mengirimkan enam atlet, mereka mampu menunjukkan performa luar biasa di berbagai kategori, mulai dari kelas junior hingga senior.
Baca Juga : Ramai, Event Panahan Komando Soppeng Diikuti 563 Pemanah
Di hari pertama, dua atlet junior tampil mengejutkan. Andi AR Uways Warani, siswa MIN 1 Soppeng kelas 3, menyabet 2 emas dan 1 perak. Sementara itu, Nabila Azzahra, siswa SD 56 Madining, juga kelas 3, meraih 2 emas dan 1 perunggu di divisi Nasional U-10.
Penampilan mereka mencerminkan bakat muda panahan Soppeng yang tengah tumbuh pesat.
Empat atlet senior turut berlaga dan menyumbangkan medali. Selfiani yang turun di divisi Compound Bow 50 meter mengoleksi 1 emas dan 2 perak. Rizvhya Aurelhyia juga di divisi Compound, meraih 1 perunggu.
Di tim putra, Aqsa mencatatkan 1 emas dan 1 copper (perunggu campuran). Di kategori Nasional U-17, Afifahtul Baryza.S dari SMP Muhammadiyah Leworeng meraih 1 perak dan 1 perunggu.
Pada hari ketiga, atlet Soppeng kembali mendulang prestasi. Afifahtul Baryza meraih tambahan 1 perak dan 2 copper. Aqsa menambah 3 perak dari divisi tim putra.
Di divisi Barebow junior, Andi Uways dan Nabila Azzahra masing-masing meraih 3 medali emas.
Hari terakhir turnamen menyuguhkan momen menegangkan. Aqsa, di divisi Barebow 50 meter, menyumbang 1 medali perunggu.
Namun sorotan utama tertuju pada Nabila Azzahra, yang tampil luar biasa di divisi Nasional U-12. Meski bertanding melawan lawan yang lebih tua dan kondisi kakinya cedera, Nabila tetap turun berlaga.
Di babak kualifikasi, ia gagal meraih medali. Namun saat perebutan juara tiga, ia bangkit. Sempat tertinggal 4-0, ia menyamakan skor menjadi 5-5 dan memaksa laga berlanjut ke “shoot off” penentuan lewat satu anak panah.
Lawan menembak lebih dulu dan mencetak angka 9. Nabila menjawab dengan tenang, anak panahnya menancap tepat di titik “X”, pusat target. Kemenangan dramatis pun diraih, menambah satu medali penting bagi tim panahan Soppeng.
Secara keseluruhan, tim Warani Archery School membawa pulang, 16 medali emas, 8 medali perak dan 4 medali perunggu.
Baca Juga : Pordasi Berkuda Memanah Sulsel Latihan Bersama Jelang Porprov
Capaian ini menjadi bukti bahwa pembinaan atlet panahan di Soppeng mulai menunjukkan hasil nyata dan berpotensi bersaing di level yang lebih tinggi.
“Kami memang terbatas dari segi peralatan. Tapi untuk semangat berjuang dan semangat latihan, itu kami tidak terbatas,” ujar Coach Aqsa, pelatih PERPANI Soppeng.
“Kami berharap terus mendapat dukungan dari pemerintah daerah agar kemampuan para atlet terus diasah dan bisa membawa harum nama Kabupaten Soppeng,” sambung Coach Aqsa.
Menurut Coach Aqsa, panahan bukan sekadar cabang olahraga, tapi juga wadah pembentukan karakter. Olahraga ini menuntut fokus, konsistensi, ketenangan, dan keberanian mengambil keputusan di bawah tekanan.
“Dengan semangat dan pencapaian luar biasa dari para atlet muda ini, Soppeng layak mendapat perhatian lebih dalam pengembangan fasilitas dan program pembinaan atlet panahan,” tandasnya.












