SINDOSULSEL.COM, Jakarta – Kabupaten Luwu kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional setelah meraih penghargaan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Terbaik II se-Sulawesi pada Championship TP2DD Kawasan Sulawesi Tahun 2025.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia melalui Surat Keputusan Menko Perekonomian Nomor 407 Tahun 2025 dan diserahkan pada kegiatan Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah (RAKOPUSDA) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah yang berlangsung di Grand Ballroom Kempinski Jakarta, Senin (1/12/2025).
Capaian ini menjadi lompatan penting bagi Kabupaten Luwu, yang pada tahun sebelumnya berada di posisi Terbaik III dan kini berhasil naik menjadi Terbaik II Wilayah Sulawesi.
Kenaikan peringkat tersebut mencerminkan konsistensi pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem digitalisasi layanan publik dan fiskal daerah.
Baca Juga : Realisasi PAD Luwu Capai 79,89 Persen, Pemkab Susun Roadmap Digitalisasi 2025–2030
Bupati Luwu, Patahudding, menyampaikan apresiasi atas kerja kolektif seluruh perangkat daerah dan mitra strategis yang terus mendukung agenda digitalisasi pemerintahan.
Ia menegaskan bahwa prestasi ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi buah dari sinergi seluruh pihak yang berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, inklusif, dan terpercaya. “Terima kasih atas kerja gotong royong seluruh pihak.
Prestasi ini adalah milik kita bersama. Mari terus memperkuat digitalisasi agar layanan publik di Kabupaten Luwu semakin berkualitas, inklusif, dan terpercaya,” ujarnya.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Luwu, H. Sofyan Thamrin, juga menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa capaian ini membuktikan transformasi digital fiskal di Kabupaten Luwu telah berjalan secara sistematis, terintegrasi, dan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas layanan.
Menurutnya, digitalisasi yang diterapkan tidak hanya menyentuh aspek teknologi, tetapi membangun ekosistem tata kelola keuangan daerah yang utuh, mulai dari perencanaan, implementasi, hingga monitoring pelaksanaan pendapatan dan belanja daerah.
Sofyan menambahkan bahwa digitalisasi keuangan daerah kini telah meluas pada elektronifikasi pajak dan retribusi, integrasi transaksi pemerintah daerah, serta pemanfaatan QRIS untuk berbagai layanan publik dan pembayaran kewajiban daerah.
Baca Juga : Bapenda Luwu Sasar Pajak Tambang dan Kuliner, Uji Petik Digelar Serentak
Hal tersebut, kata dia, membuat proses pelayanan semakin transparan, cepat, praktis, dan aman, sekaligus memperkuat adaptivitas fiskal Kabupaten Luwu terhadap perubahan dan perkembangan zaman.
Ia menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi erat Pemerintah Kabupaten Luwu dengan Bank Sulselbar, Bank Indonesia, dan para pemangku kepentingan lainnya.
“Transformasi digital tidak boleh berhenti. Ia harus terus berkembang mengikuti dinamika global dan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Dengan diraihnya TP2DD Terbaik II Kawasan Sulawesi, Kabupaten Luwu kembali menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola pemerintahan yang modern, efektif, dan akuntabel melalui penguatan digitalisasi layanan publik serta percepatan penerapan teknologi dalam sektor keuangan daerah.












