SINDOSULSEL.COM, Batam – Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, turut menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi).
Kegiatan strategis ini diselenggarakan di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada Senin (19/1/2026).
Dalam agenda tersebut, Menteri Pertanian RI, Ir. Andi Amran Sulaiman, hadir langsung sebagai narasumber utama.
Forum dialog ini mengangkat tema “Penguatan Ekosistem Pertanian Daerah Untuk Mendukung Kemandirian Pangan, Hilirisasi dan Kesejahteraan Petani”.
Pada kesempatan itu, Menteri Pertanian menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh bupati di Indonesia atas kontribusi nyata mereka dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Ia menegaskan bahwa capaian gemilang ini merupakan buah dari sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
“Terima kasih kepada seluruh bupati se-Indonesia. Ini tercatat dalam sejarah, Presiden mengumumkan swasembada pangan di Karawang dan di forum PBB menyampaikan bahwa Indonesia tidak lagi mengimpor beras. Itu berkat kerja keras kita semua, terutama para bupati,” ujar Mentan dalam sambutannya.
Mentan juga menekankan bahwa perhatian Presiden terhadap sektor pertanian sangat besar.
Menurutnya, keberhasilan swasembada pangan bukanlah prestasi satu pihak semata, melainkan hasil kolaborasi seluruh daerah di Indonesia.
“Ini bukan capaian saya, tetapi capaian kita semua. Terutama para bupati yang menjadi penentu keberhasilan swasembada pangan,” katanya.
Lebih lanjut, ia memaparkan data bahwa Indonesia saat ini mencatat stok beras tertinggi sepanjang sejarah, yakni mencapai 3,25 juta ton.
Kondisi surplus ini bahkan diklaim turut memengaruhi harga beras dunia yang mengalami penurunan hingga 44,2 persen.
“Negara-negara maju seperti Jepang, China, Chile, Belarus, Australia, dan Rusia datang ke Indonesia untuk melihat langsung pertanian kita. Bahkan Indonesia mampu mengirim bantuan 10.000 ton beras ke Palestina,” jelasnya.
Menatap ke depan, Mentan menegaskan bahwa pemerintah akan memfokuskan upaya pada hilirisasi sektor pertanian.
Langkah ini diambil guna meningkatkan nilai tambah produk dan mendongkrak kesejahteraan petani. Ia juga mengingatkan seluruh pemangku kepentingan untuk mengedepankan kerja nyata.
“Jangan banyak narasi tanpa tindakan. Kalau bisa satu misi, seribu tindakan,” tegasnya.
Di hadapan ratusan kepala daerah, Mentan juga mengeluarkan peringatan keras terkait pengawasan pupuk bersubsidi.
Ia meminta agar tidak ada distributor yang bermain-main dengan harga.
“Jika masih ada distributor yang menjual pupuk di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), izinnya akan langsung dicabut,” pungkasnya.












