Luwu

Kepala Bapenda Luwu: Hari Jadi Luwu Momentum Menguatkan Ikatan Jiwa dan Kemandirian Fiskal Daerah

×

Kepala Bapenda Luwu: Hari Jadi Luwu Momentum Menguatkan Ikatan Jiwa dan Kemandirian Fiskal Daerah

Sebarkan artikel ini
Kepala Bapenda Luwu: Hari Jadi Luwu Momentum Menguatkan Ikatan Jiwa dan Kemandirian Fiskal Daerah
H Sofyan Thamrin, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Luwu.

SINDOSULSEL.COM, Luwu – Peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) ke-758 yang dirangkaikan dengan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-80 menjadi momentum refleksi untuk memperkuat kemandirian daerah, khususnya dalam pengelolaan dan optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD).

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Luwu, H. Sofyan Thamrin, menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi Luwu sekaligus menegaskan komitmen Bapenda dalam memperkuat fondasi fiskal daerah sebagai penopang utama pembangunan.

“Selamat Hari Jadi Luwu ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-80. Semangat perjuangan rakyat Luwu harus terus hidup, termasuk dalam upaya kita membangun kemandirian pendapatan daerah yang adil, transparan, dan berkelanjutan,” ujar Sofyan Thamrin.

Menurut Sofyan, tema Hari Jadi Luwu tahun ini, “Luwu – Singkerru Ininnawa Lipu Dimengede”, memiliki makna mendalam bagi Bapenda sebagai institusi yang mengelola sumber-sumber pendapatan daerah.

Baca Juga : Evaluasi PAD dan IETPD Akhir Tahun 2025, Bapenda Luwu Over Target Pajak Daerah 110 Persen

“Ikatan jiwa terhadap negeri tidak hanya diwujudkan dalam semangat dan simbol, tetapi juga dalam kepatuhan dan kesadaran membangun daerah melalui kontribusi pendapatan,” jelasnya.

“Pajak dan retribusi daerah adalah bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam membesarkan Luwu,” sambunya Sofyan, mantan Kepala Dinas Perkim Luwu ini.

Ia menilai, makna “Ikatan Jiwa, Negeri yang Diimpikan” selaras dengan tugas pokok Bapenda untuk memastikan pendapatan daerah dikelola secara optimal demi mewujudkan pelayanan publik dan pembangunan yang merata.

Dalam momentum Hari Jadi Luwu ke-758, Sofyan berharap terbangun kesadaran kolektif antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung peningkatan PAD sebagai tulang punggung pembangunan.

Baca Juga : Bapenda Luwu Sasar Pajak Tambang dan Kuliner, Uji Petik Digelar Serentak

“Tupoksi Bapenda bukan sekadar memungut pajak dan retribusi, tetapi memastikan setiap rupiah pendapatan daerah kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan. Semangat Hari Jadi ini menjadi pengingat bahwa kemandirian fiskal adalah kunci Luwu yang maju,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya inovasi layanan, digitalisasi, serta transparansi pengelolaan pendapatan daerah agar kepercayaan publik terus meningkat.

“Dengan semangat perlawanan rakyat Luwu, Bapenda berkomitmen menghadirkan sistem pengelolaan pendapatan yang modern, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan daerah,” ujarnya.

“Inilah bagian dari ikatan jiwa kami untuk membangun Luwu sebagai negeri yang benar-benar diimpikan,” pungkas Sofyan Thamrin.