SIDRAP, sindosulsel.com – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menghabiskan waktu sejak pagi hingga malam hari menyusuri saluran irigasi Sungai Saddang dan areal persawahan di Kecamatan Kulo, Jumat (24/7/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi pertanian sekaligus mempercepat penanganan dampak kekeringan akibat fenomena El Nino.
Didampingi sejumlah pejabat dan anggota DPRD, Syaharuddin menggunakan sepeda motor trail menembus berbagai medan untuk mengunjungi sejumlah desa, yakni Desa Bina Baru, Maddenra, Abbokongeng, Kulo, Rijang Panua, hingga Mario.
Meski harus melewati medan yang cukup berat, rombongan tetap meninjau langsung kondisi saluran irigasi, titik-titik yang mengalami kekeringan, serta melakukan penanganan sementara di lokasi terdampak.
Baca juga : 51 Ribu Hektare Sawah di Sidrap Terancam Gagal Panen Akibat Kemarau Panjang
Di setiap lokasi yang dikunjungi, Bupati berdialog dengan petani dan pengurus kelompok tani guna menyerap aspirasi terkait kebutuhan air irigasi serta percepatan penyediaan jaringan listrik untuk mendukung operasional pompa air di lahan pertanian.
Sebagian besar lahan pertanian di Desa Kulo, Rijang Panua, dan Mario merupakan sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada curah hujan.
Karena itu, masyarakat berharap pemerintah terus memperluas Program Listrik Masuk Sawah dan pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) agar pasokan air tetap tersedia saat musim kemarau.
Harapan tersebut mulai terealisasi. Saat ini, PLN telah melakukan pekerjaan penyediaan jaringan listrik yang nantinya dimanfaatkan untuk mengoperasikan pompa air guna mengairi lahan pertanian masyarakat.
Di Desa Rijang Panua, Syaharuddin juga meninjau fasilitas Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) serta sejumlah titik sumur bor yang telah terhubung dengan Program Listrik Masuk Sawah.
Tercatat terdapat tujuh titik sumur bor di Desa Bina Baru, lima titik di Desa Kulo, serta beberapa titik lainnya di desa-desa lain di Kecamatan Kulo.
Meski demikian, tantangan masih cukup besar. Di Desa Rijang Panua saja, sekitar 700 hektare lahan sawah masih mengalami kekurangan pasokan air sehingga membutuhkan penanganan lanjutan.
Saat berada di Desa Mario, Bupati kembali mendengarkan berbagai aspirasi petani, mulai dari kebutuhan penambahan sumber air hingga penguatan infrastruktur irigasi untuk menjamin keberlangsungan musim tanam.
Syaharuddin menegaskan Pemerintah Kabupaten Sidrap tidak akan tinggal diam menghadapi dampak El Nino. Berbagai langkah darurat maupun program jangka panjang terus dilakukan agar produktivitas pertanian tetap terjaga.
Baca juga : Kemarau Melanda, Bupati Sidrap dan Warga Gelar Salat Istisqa di Desa Mario
“Kami ingin memastikan setiap persoalan di lapangan diketahui secara langsung. Pertanian adalah urat nadi perekonomian masyarakat Sidrap. Karena itu, kami tidak akan menyerah. Kami akan berusaha semaksimal mungkin bersama seluruh pihak agar kebutuhan air petani dapat terpenuhi dan produksi pertanian tetap berjalan,” tegas Syaharuddin.
Kehadiran Bupati hingga malam hari di tengah areal persawahan mendapat apresiasi dari masyarakat.
Para petani menilai kepedulian Syaharuddin Alrif terhadap sektor pertanian sangat tinggi karena tidak hanya menerima laporan, tetapi turun langsung melihat kondisi saluran irigasi, sawah, dan wilayah yang terdampak kekeringan.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Dapil III, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Ibrahim, Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Camat Kulo Arisal Asad, para kepala desa, serta jajaran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kulo.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam menjaga ketahanan pangan melalui percepatan penanganan kekeringan, penguatan infrastruktur irigasi, serta perluasan Program Listrik Masuk Sawah dan Jaringan Irigasi Air Tanah.












