SIDRAP, sindosulsel.com – Musim kemarau yang berkepanjangan mulai menimbulkan ancaman serius bagi sektor pertanian di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Sidrap, sebanyak 51.394 hektare lahan persawahan yang tersebar di delapan kecamatan terancam mengalami gagal panen akibat kekeringan.
Menurunnya debit air irigasi dan minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir membuat kondisi lahan pertanian semakin kritis.
Sejumlah areal persawahan mengalami kekurangan pasokan air yang berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman padi hingga menyebabkan puso atau gagal panen.
Kondisi tersebut mulai dirasakan langsung oleh para petani. Selain mengancam produktivitas pertanian, kekeringan juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Salah seorang petani di Kelurahan Toddang Bojo, Kecamatan Watang Pulu, H. Lallo, mengaku sawah miliknya telah mengalami kekeringan selama hampir satu bulan.
Baca Juga : Kemarau Melanda, Bupati Sidrap dan Warga Gelar Salat Istisqa di Desa Mario
“Sudah hampir sebulan sawah kami kekurangan air. Bahkan kami sudah mencoba menggunakan mesin bor, tetapi air yang keluar sangat sedikit,” ujarnya, Ahad, (19/7/2026).
“Dampak kemarau kali ini cukup parah, tanah sawah sudah mulai retak-retak karena kekeringan,” lanjut H. Lallo kepada sindosulsel.com.
Meski demikian, H. Lallo mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam membantu petani menghadapi krisis air.
“Alhamdulillah pemerintah daerah melalui Bapak Bupati Sidrap bergerak cepat membantu kami dengan menurunkan beberapa armada dari Dinas Pemadam Kebakaran untuk mengalirkan air ke area persawahan,” katanya.
Para petani berharap pemerintah terus melakukan langkah-langkah antisipatif guna mengurangi dampak kekeringan, terutama dengan memastikan ketersediaan sumber air bagi lahan pertanian yang saat ini berada dalam kondisi kritis.
Baca Juga : Antisipasi Gagal Panen, Pemkab Sidrap Kerahkan Armada Damkar untuk Siram Lahan Petani
Jika kondisi cuaca kering terus berlanjut tanpa adanya pasokan air yang memadai, ancaman gagal panen di sejumlah sentra produksi padi Sidrap diperkirakan akan semakin besar dan berpotensi memengaruhi produksi pangan daerah.
Hasil pemantauan di sindosulsel.com di lapangan, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sidrap, mengerahkan tiga unit armadanya menyuplai air ke persawahan warga di Kecamatan Watang, sejak Sabtu kemarin.
Keterangan petugas Damkar, ini dilakukan atas instruksi Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menjadi salah satu upaya pemerintah guna mengatasi kesulitan petani di masa kemarau panjang saat ini.
“Hari ini kami turunkan 3 unit armada di Kecamatan Watang. Besok kami lanjut lagi hingga musim kemarau berakhir, kami penuhi sesuai permintaan petani,” ujar Hendra, salah seorang petugas Damkar Sidrap yang turun hari ini.












