SIDRAP, sindosulsel.com – Menanggapi dampak musim kemarau yang mulai terasa di wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap mengambil langkah cepat dan tegas.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, secara resmi mengerahkan unit kendaraan dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membantu para petani menyalurkan air irigasi ke areal persawahan yang mulai mengalami kekeringan.
Keputusan strategis ini diambil guna mengantisipasi ancaman gagal panen akibat ketersediaan air yang semakin menipis di sejumlah titik pertanian.
Kendaraan operasional yang dilengkapi dengan tangki air kini disebar ke daerah-daerah yang aliran sungai serta saluran irigasinya mengalami penurunan debit air paling drastis.
Baca Juga : Wabup Sidrap Tinjau Kesiapan Kelurahan Kadidi Hadapi Lomba Tingkat Provinsi
“Kami tidak tinggal diam. Begitu kondisi cuaca berubah dan kemarau melanda, kami langsung mengerahkan seluruh kekuatan yang dimiliki oleh pemerintah daerah. Mobil Damkar dan BPBD tidak hanya bertugas saat ada kebakaran atau bencana, tetapi juga hadir membantu masyarakat menjaga sumber kehidupan mereka, yaitu pertanian,” tegas Syaharuddin Alrif.
Ia menambahkan bahwa penyaluran air akan dilakukan secara berkesinambungan dan diprioritaskan pada wilayah-wilayah yang kondisinya paling kritis.
Tim di lapangan juga terus memantau perkembangan kondisi lahan dan kebutuhan air para petani agar bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran.
Baca Juga : Matangkan Teknis Kegiatan, Pemkab Sidrap Gelar Rapat Persiapan HUT RI
Langkah taktis ini mendapat apresiasi positif dari kalangan petani yang merasa sangat terbantu dengan kehadiran pemerintah di tengah kesulitan alam.
Pemkab Sidrap pun berkomitmen akan terus memantau situasi dan siap menambah dukungan armada jika kondisi kekeringan semakin parah ke depannya.












