Bone

Kekeringan Melanda, Ribuan Warga Bone Salat Istisqa di Lapangan Merdeka

×

Kekeringan Melanda, Ribuan Warga Bone Salat Istisqa di Lapangan Merdeka

Sebarkan artikel ini
Kekeringan Melanda, Ribuan Warga Bone Salat Istisqa di Lapangan Merdeka

BONE, sindosulsel.com – Ribuan warga Kabupaten Bone melaksanakan Salat Istisqa atau salat memohon turunnya hujan di Lapangan Merdeka, Kota Watampone, Kamis (10/09/2026).

Salat Istisqa tersebut turut dihadiri Bupati Bone Andi Asman Sulaiman bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bone serta berbagai elemen masyarakat.

Pelaksanaan salat dan khotbah dipimpin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bone, Prof. M. Amir.

Dalam khotbahnya, ia mengajak seluruh jamaah memperbanyak istigfar, melakukan introspeksi diri, serta bersungguh-sungguh bertobat kepada Allah SWT.

Bupati Bone Andi Asman Sulaiman mengatakan, pelaksanaan Salat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar bersama masyarakat untuk memohon keberkahan dan turunnya hujan di tengah kebutuhan air yang semakin mendesak.

“Kebutuhan dasar air sedikit saja terganggu bisa mengancam seluruh usaha kita, baik pertanian maupun peternakan. Akibatnya, hasilnya tidak bisa maksimal, termasuk untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kita,” kata Andi Asman.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jamaah yang hadir dan bersama-sama melaksanakan Salat Istisqa.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua jamaah atas kesempatan hadir dan bersama-sama melaksanakan salat hari ini untuk memohon turunnya hujan,” ujarnya.

Menurut Andi Asman, kehadiran masyarakat dalam Salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan.

Baca  Bupati Bone Terima Brevet Kehormatan Kavaleri, Perkuat Sinergi Pemda dan TNI

“Hari ini kita mewakili seluruh masyarakat Bone untuk salat dan berdoa memohon hujan. Semoga kita semua diberikan keberkahan dengan turunnya hujan, sehingga kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi dan aktivitas pertanian serta peternakan dapat kembali berjalan dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Prof. M. Amir dalam khotbahnya mengajak jamaah merenungi berbagai perilaku yang dinilai dapat menjadi penghalang turunnya rahmat dan keberkahan Allah SWT.

Ia mengingatkan sejumlah perbuatan yang dilarang dalam ajaran Islam, di antaranya enggan menunaikan zakat, perbuatan zina, serta praktik suap-menyuap. Karena itu, masyarakat diajak melakukan introspeksi dan memperbaiki diri.

“Mari kita merenungi perilaku kita. Saatnya bertobat dengan sungguh-sungguh dan tidak mengulangi perbuatan yang dilarang Allah SWT,” ajaknya.

Salat Istisqa di Lapangan Merdeka menjadi salah satu ikhtiar spiritual masyarakat Bone dalam menghadapi kondisi kekeringan dan keterbatasan ketersediaan air.

Masyarakat berharap hujan segera turun sehingga kebutuhan air dapat terpenuhi serta aktivitas pertanian dan peternakan di Kabupaten Bone kembali berjalan dengan baik.