Sidrap

AKBP Fantry Taherong Pimpin Apel Pasukan Operasi Zebra Pallawa 2025

×

AKBP Fantry Taherong Pimpin Apel Pasukan Operasi Zebra Pallawa 2025

Sebarkan artikel ini
AKBP Fantry Taherong Pimpin Apel Pasukan Operasi Zebra Pallawa 2025

SINDOSULSEL.COM, Sidrap – Kepolisian Resor Sidrap melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Tahun 2025 yang dipimpin langsung Kapolres Sidrap, AKBP Fantry Taherong.

Kegiatan tersebut dihadiri Dandim 1420 Sidrap, Kepala Dinas Perhubungan, Kasatpol PP dan Damkar, serta para pejabat utama Polres Sidrap pada Senin pagi (17/11/2025).

Operasi dengan tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Lilin 2025” ini digelar selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November 2025, dengan fokus pada pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Dalam amanatnya, Kapolres Sidrap menyampaikan bahwa permasalahan di bidang lalu lintas saat ini sangat kompleks dan berkembang secara cepat serta dinamis.

Ia menegaskan bahwa pertumbuhan penduduk yang diiringi peningkatan jumlah kendaraan bermotor menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap situasi lalu lintas.

Baca Juga : Kapolsek Pitu Riase Tekankan Keamanan Saat Pimpin Upacara Bendera

“Ini merupakan konsekuensi dari meningkatnya jumlah populasi yang linier dengan pertambahan kendaraan bermotor sebagai sarana mobilitas dalam memenuhi kebutuhan hidup,” ujarnya.

Baca  128 Atlet Ikuti Kapolres Cup I Sidrap, Total Hadiah Rp120 Juta

AKBP Fantry Taherong juga menjelaskan bahwa Operasi Zebra merupakan agenda rutin setiap tahun sebagai upaya cipta kondisi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Operasi Zebra adalah upaya cipta kondisi Kamseltibcarlantas menjelang Operasi Lilin 2025 serta mengajak masyarakat untuk tertib berlalu lintas demi terwujudnya situasi yang aman, nyaman, dan selamat,” lanjutnya.

Di akhir amanatnya, Kapolres menekankan pentingnya langkah preemtif dan preventif dalam penegakan hukum lalu lintas dengan memanfaatkan ETLE mobile, ETLE statis, tilang konvensional, serta pemberian teguran simpatik dan humanis.

Ia menjelaskan bahwa terdapat delapan sasaran prioritas dalam Operasi Zebra Pallawa 2025, yakni pengemudi yang menggunakan ponsel saat berkendara, tidak menggunakan sabuk pengaman, pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, tidak memakai helm SNI, penggunaan knalpot brong, pengemudi dalam pengaruh alkohol, pelanggaran melawan arus, kendaraan over loading (ODOL), serta pengendara yang melampaui batas kecepatan dan terlibat balapan liar.