Luwu Utara

Amartha dan Rainforest Alliance Latih UMKM Perempuan Luwu Utara Kelola Keuangan

×

Amartha dan Rainforest Alliance Latih UMKM Perempuan Luwu Utara Kelola Keuangan

Sebarkan artikel ini
Amartha dan Rainforest Alliance Latih UMKM Perempuan Luwu Utara Kelola Keuangan

SINDOSULSEL.COM, Luwu Utara – Kabupaten Luwu Utara dikenal sebagai salah satu sentra utama penghasil kakao di Sulawesi Selatan.

Berdasarkan data BPS Luwu Utara tahun 2024, luas perkebunan kakao di wilayah ini mencapai lebih dari 40 ribu hektare dengan produksi sekitar 18,6 ribu ton.

Komoditas ini bahkan menyumbang hingga 22 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah.

Meski potensinya besar, banyak petani dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di sektor kakao masih membutuhkan pemahaman tentang pengelolaan keuangan untuk menjaga keberlanjutan usaha.

Sebagai upaya memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat, Amartha.org, organisasi nirlaba yang didirikan oleh Amartha Financial Group, berkolaborasi dengan Rainforest Alliance menggelar pelatihan literasi keuangan bagi komunitas tani dan pengusaha mikro di Kabupaten Luwu Utara.

Baca Juga : Jambore PKK Luwu Utara, Wadah Kader Berinovasi dan Berkolaborasi

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada Hari Selasa–Rabu (22–23/10/2025) di bawah program LANDRISE (Landscape-Driven Resilience and Income Strategies for Community Empowerment).

Program ini merupakan inisiatif lokal yang bertujuan meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan berbasis lanskap berkelanjutan.

“Di Amartha.org, literasi keuangan merupakan bagian dari misi kami untuk mendorong kemandirian ekonomi perempuan di pedesaan. Melalui pilar Amartha Madani, kami menyediakan akses keuangan, pendampingan, dan pelatihan agar pengusaha UMKM, terutama perempuan, dapat meningkatkan kapasitas dan rasa percaya diri dalam mengembangkan usaha,” ujar Katrina Inandia, Head of Impact & Sustainability Officer Amartha.

Katrina menjelaskan, Amartha.org memiliki visi mewujudkan masa depan yang berkelanjutan dan sejahtera bagi masyarakat pedesaan Indonesia melalui tiga sektor utama: lingkungan, pendidikan, dan sosial.

Melalui pilar sosial Amartha Madani, pihaknya berkomitmen memberikan dampak nyata bagi masyarakat akar rumput lewat pembiayaan berkelanjutan, praktik pinjaman beretika, pemberdayaan perempuan, serta peningkatan kesejahteraan berbasis pendidikan.

Sementara itu, Hasrun Hafid, Lead Thriving Landscapes Asia Pacific of Rainforest Alliance, menjelaskan alasan Luwu Utara dipilih sebagai lokasi implementasi program LANDRISE.

“Luwu Utara kami pilih karena memiliki potensi besar dalam penguatan ekonomi lokal, khususnya melalui keterlibatan perempuan dan pemuda dalam meningkatkan produksi pertanian, mengembangkan bisnis ramah lingkungan, serta memperkuat konservasi berbasis komunitas,” ungkap Hasrun.

Dalam kegiatan ini, sebanyak 26 kelompok UMKM perempuan terpilih dari total 2.000 penerima manfaat di Luwu Utara mengikuti sesi pelatihan tentang pencatatan dan pengelolaan keuangan sederhana untuk kebutuhan pribadi, keluarga, dan usaha.

Peserta berasal dari pelaku usaha lokal yang bergerak di sektor agroindustri seperti pengrajin gula aren, pembibit tanaman, pengolah madu trigona, hingga produsen kue berbahan kulit kakao.

“Kami juga membekali peserta dengan pemahaman tentang pentingnya menghindari risiko keuangan dan penipuan dalam menjalankan usaha,” tambah Hasrun.

Amartha mencatat, penguatan literasi keuangan terbukti memberi dampak positif bagi keberlanjutan ekonomi komunitas.

Berdasarkan Sustainability Report Amartha Tahun 2024, sebanyak 78 persen mitra mampu memisahkan keuangan usaha dan rumah tangga, 71 persen mencatat peningkatan keuntungan, dan 77 persen mengalami kenaikan pendapatan total.

“Angka tersebut menunjukkan bahwa ketika pengusaha, khususnya perempuan, memahami dan menerapkan prinsip keuangan yang baik, mereka tidak hanya mampu menjaga kestabilan ekonomi keluarga tetapi juga berkontribusi bagi kesejahteraan komunitas di sekitarnya,” tutup Katrina.