SINDOSULSEL.COM, DEPOK, – Kontingen Sulawesi Selatan menorehkan prestasi membanggakan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Piala Menpora dan Komandan Korps Brimob (Dankor Brimob) 2024 yang digelar di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, pada 17–21 November 2024.
Dalam ajang bergengsi yang diikuti atlet beladiri dari berbagai provinsi ini, tim Sulsel sukses membawa pulang enam medali emas dan tiga medali perak.
Keberhasilan ini menjadi salah satu capaian terbaik kontingen Sulsel di level nasional. Yang paling menonjol, mayoritas medali dipersembahkan oleh atlet-atlet asal Kabupaten Luwu, sehingga daerah tersebut tampil sebagai pusat perhatian dalam kompetisi.
Enam medali emas diraih melalui penampilan gemilang para atlet muda. Muh. Fathullah Salam tampil sebagai juara kelas 44 kilogram Stand Up Putra kategori Youth B. A. Muhammad Ihsan dan Bayu Hidayat sama-sama merajai kelas 52,2 kilogram Stand Up Putra Youth A. Rezky Angga Putra keluar sebagai juara di kelas 37 kilogram Stand Up Putra Youth C. Sementara itu, Muh. Nur Taufiqurahman meraih emas di kelas 34 kilogram MMA Putra Youth C, dan Muh. Zaky Ardiansyah menutup daftar emas melalui kelas 77 kilogram Stand Up Putra Youth A. Seluruh peraih emas tersebut berasal dari Kabupaten Luwu.
Baca Juga : Pordi Balikpapan Kirim 20 Pasangan ke Turnamen Domino Menpora RI Cup di Belopa
Sementara tiga medali perak berhasil ditorehkan oleh Muh. Jahidil Arif yang menjadi runner-up kelas 56,7 kilogram MMA Putra Youth A, Aimar Fadhil Nasrullah sebagai juara dua kelas 37 kilogram Stand Up Putra Youth C, serta Anugrah yang finis di posisi kedua kelas 40 kilogram MMA Putra Youth B. Ketiganya juga merupakan atlet binaan Luwu.
Pelatih kontingen Sulawesi Selatan, Erwin Ryfaldy, mengaku bangga atas kerja keras para atlet yang mampu bersaing di level nasional. Ia menilai prestasi ini bukan hanya kemenangan, tetapi juga bukti bahwa pembinaan atlet usia muda di Sulawesi Selatan, khususnya di Luwu, berjalan ke arah yang positif.
“Semoga dengan adanya prestasi ini dapat membangkitkan semangat anak-anak Sulawesi Selatan, terkhusus Luwu, untuk terus berprestasi di bidang beladiri,” ujar Erwin.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Umum MMA Sulawesi Selatan, Kapten CKM Ismail. Ia menyebut capaian para atlet sebagai hasil kerja keras kolektif antara atlet, pelatih, dan pengurus daerah.
“Saya merasa sangat bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para atlet. Kami terus mendorong para pelatih MMA di Sulawesi Selatan agar tetap semangat dalam membina dan membentuk atlet di seluruh pengkab se-Sulsel,” ungkapnya.
Prestasi ini dinilai menjadi momentum kebangkitan olahraga beladiri di Sulawesi Selatan. Dominasi atlet kategori usia muda menunjukkan bahwa regenerasi atlet berjalan baik dan Sulsel memiliki potensi besar untuk bersaing di ajang nasional bahkan internasional pada masa mendatang.












