Sidrap

Babinsa Sidrap Pantau Harga Sembako Awal Juli

×

Babinsa Sidrap Pantau Harga Sembako Awal Juli

Sebarkan artikel ini
Babinsa Sidrap Pantau Harga Sembako Awal Juli

SINDOSULSEL.COM, Sidrap – Mengawali bulan Juli 2025, Babinsa Koramil 1420-01/Panca Lautang, Koptu Sahir, melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Sentral Bilokka, Desa Corawali, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang, pada Rabu (02/07/2025).

Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok tetap stabil serta mendeteksi potensi lonjakan harga sejak dini.

Kegiatan dilakukan dengan menyusuri sejumlah kios dan pedagang di pasar, sambil mencatat harga-harga kebutuhan pokok yang dijual.

Harga bahan pokok yang terpantau antara lain sebagai berikut:

Beras dan Olahan:

  • Beras Premium: Rp 15.000/Kg

  • Beras Kepala: Rp 14.000/Kg

  • Beras Biasa: Rp 12.000/Kg

  • Ketan Hitam: Rp 25.000/Liter

  • Ketan Putih: Rp 15.000/Liter

Produk Hewani:

  • Ayam Potong: Rp 60.000/Ekor

  • Ayam Broiler: Rp 50.000/Ekor

  • Ayam Kampung: Rp 55.000/Ekor

  • Bandeng: Rp 18.000/Ekor

  • Layang: Rp 8.500/Ekor

  • Cakalang: Rp 25.000/Ekor

  • Teri Kering: Rp 15.000/Liter

  • Telur Ayam Ras: Rp 50.000/Rak

  • Telur Ayam Kampung: Rp 50.000/Rak

  • Telur Bebek: Rp 65.000/Rak

  • Telur Asin: Rp 90.000/Rak

  • Daging Sapi: Rp 130.000/Kg

  • Udang: Rp 45.000/Kg

Baca  HUT TNI Ke-81, Letkol Inf Windra: Jangan Pernah Sakiti Hati Rakyat

Minyak Goreng:

  • Bimoli: Rp 20.000/Liter

  • Minyak Kita: Rp 18.000/Liter

  • Sedap dan Sania: Rp 17.500/Liter

Sayur dan Bumbu:

  • Cabai Rawit Merah: Rp 40.000/Kg

  • Cabai Keriting: Rp 35.000/Kg

  • Cabai Merah Besar: Rp 15.000/Kg

  • Tomat: Rp 20.000/Kg

  • Bawang Putih: Rp 40.000/Kg

  • Bawang Merah: Rp 50.000/Kg

Gula dan Kedelai:

  • Gula Pasir: Rp 18.000/Kg

  • Gula Merah: Rp 23.000/Kg

  • Tempe: Rp 15.000/Kg

Koptu Sahir menjelaskan bahwa secara keseluruhan harga kebutuhan pokok masih terpantau stabil, meski ada beberapa kenaikan ringan pada sejumlah komoditas.

“Pemantauan ini adalah bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan, serta memastikan harga kebutuhan dasar tetap terjangkau bagi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, pemantauan akan terus dilakukan secara rutin bersama instansi terkait, guna mengantisipasi kelangkaan dan lonjakan harga secara tiba-tiba.