Bone – Demi membangun kembali rumah adat Bola Ade Subbie yang pernah menjadi Istana Raja Bone ke-31, warga Bone dari luar dan setempat rela patungan dan tanpa membebankan anggaran dari pemerintah daerah dan pusat.
Ketua Forum Assitobonengeng, Andi Singkeru Rukka mengatakan, Bola Subbie akan dibangun di lokasi terbakarnya rumah adat Bola Soba tanpa membebani APBD/APBN, sementara Bola Soba yang sebelumnya terbakar akan dibangun kembali di lokasi lain.
Dia menambahkan, proses ini telah berjalan mulai dari Tudang Sipulung pada momentum Hari Sumpah Pemuda tahun 2023 lalu.
Baca juga: Sejumlah Pejabat Tinggi Sulsel Hadiri Peringatan Hari Jadi Bone ke-694
“Kunjungan lokasi bersama Pj Bupati, dan pembuatan legelitas di Akta Notaris serta pembukaan nomor rekening, telah disampaikan langsung kepada publik pada peringatan Hari Jadi Bone ke-694 kemarin,” katanya.
Agar warga Bone dapat terlibat dan berparitisipasi, pihaknya membuka donasi terbuka, kendati jumlah donas dibatasi 100-ribu per-donasi, itu untuk menyamaratakan partisipasi pembangunan Bola Subbie.
Karena kata dia, jika tak diberi batasan maka bisa saja ada warga Bone menyumbang lebih dari itu. Namun menurutnya menyamaratakan nominal ada makna yang terkandung di dalamnya.
“Ini murni gagasan dari pemuda di Bone, dan kenapa 100 ribu saja? Karena kita ingin membangun kesamaan, kesederajatan yang sama. Tidak ada perbedaan partisipasi antara pejabat dengan rakyat biasa dengan tetap menghormati ‘pangaderetta’ yang bermakna kepatutan dan kepantasan,” ungkapnya.
Baca juga: Andi Gunadil Ukra Dilantik Jadi Pj Sekda Bone
Lebih lanjut yang ingin dibangun bukan hanya berupa rumah. Melainkan ada nilai saling menghargai dan menghormati, hal ini salah satu bentuk untuk membentengi kebudayaan Bugis Bone terdegradasi peradaban luar yang kontra produktif dengan nilai-nilai yang lahir dan tumbuh di kehidupan masyarakat.
“Yang kita bangun bukan hanya bangunan, tetapi juga nilai-nilai sipakatau sipakalebbi,” pungkasnya.
Penyelenggara kegiatan Agus Mumar mengatakan, untuk sementara kebutuhan pembangunan rumah adat Bola Subbie membutuhkan biaya sekitar Rp2,2 Miliar.
“Mengapa dibatasi hanya sampai 100 ribu saja, supaya saat bangunan selesai tidak ada yang mengklaim atau mendominasi karena semua sumbangsih sama nilainya, dan jika ada kelebihan donasinya akan diperuntukkan untuk kebutuhan pelestarian budaya Bone lainnya, namun pada intinya semua penggunaan dana akan dipertanggungjawabkan kepada publik keseluruhannya, “ pungkasnya.












