Nasional

Baru Pulang dari Beijing, Prabowo Kumpulkan Menteri Bahas Kondisi Nasional

×

Baru Pulang dari Beijing, Prabowo Kumpulkan Menteri Bahas Kondisi Nasional

Sebarkan artikel ini
Baru Pulang dari Beijing, Prabowo Kumpulkan Menteri Bahas Kondisi Nasional

SINDOSULSEL.COM, Nasional – Presiden Prabowo Subianto langsung menggelar rapat terbatas di Istana Merdeka, Kamis (04/09/2025) sore, setelah sehari sebelumnya menghadiri parade militer di Beijing atas undangan Presiden China, Xi Jinping.

Pertemuan ini diikuti sejumlah menteri bidang ekonomi, sosial, pangan, serta Gubernur Bank Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa rapat difokuskan pada pembahasan situasi terkini, baik kondisi ekonomi maupun sosial di Indonesia.

Baca Juga : Prabowo: Yakin, Rakyat Bersama Saya

Ia menjelaskan, Presiden juga meminta agar fasilitas umum yang rusak akibat rangkaian aksi demonstrasi sejak pekan lalu segera diperbaiki.

“Presiden meminta perbaikan fasilitas umum yang dirusak dalam aksi seminggu lalu segera dilakukan,” tulis Sri Mulyani melalui akun Instagram pribadinya, Jumat (05/09/2025).

Tak hanya itu, Prabowo kembali menegaskan agar program-program prioritas yang langsung menyentuh masyarakat dipercepat pelaksanaannya.

Baca  Bupati Luwu Pimpin HKTI, Petani Didorong Dapat Dukungan Program Lebih Besar

Beberapa yang menjadi sorotan antara lain Sekolah Rakyat, program ketahanan pangan, dan energi.

Baca Juga : Nasional Prabowo Tegaskan Keseriusan Pemerintah Bahas Perampasan Aset

“Program yang memberikan manfaat nyata seperti pangan dan energi harus berjalan efektif, agar rakyat bisa merasakan hasilnya,” jelas Sri Mulyani.

Dalam rapat tersebut, Prabowo juga mengingatkan kabinetnya untuk lebih waspada menghadapi dinamika geopolitik dunia.

Menurutnya, persaingan global semakin ketat sehingga pemerintah perlu mempersiapkan langkah antisipatif.

“Presiden menekankan bahwa transformasi bangsa sesuai konstitusi adalah tugas utama. Proses ini memang tidak mudah, tapi harus konsisten: memperbaiki kondisi rakyat miskin, membangun pemerintahan yang bersih, serta memberantas korupsi dan penyalahgunaan wewenang,” tutur Sri Mulyani.