SINDOSULSEL.COM, Sidrap – Pemerintah Kabupaten Sidrap melalui Dinas Sosial kembali menggelar kegiatan sosialisasi terkait instrumen Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Agenda penting yang menghadirkan langsung tim ahli dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial RI tersebut dilaksanakan di Aula Saromase Kompleks SKPD pada Selasa (07/04/2026), dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah.
Kegiatan pembekalan teknis mengenai instrumen terbaru dalam pendataan kesejahteraan sosial ini diikuti oleh 390 orang peserta.
Mereka terdiri dari para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS), Sekolah Rakyat, Tagana, Karang Taruna, hingga para operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) di tingkat desa dan kelurahan.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Nurkanaah menegaskan bahwa kehadiran tim ahli Pusdatin Kemensos RI, yakni Nawir Daming, Anggiat Marbun, dan Ungki Riyadi, sangatlah krusial.
Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh aparatur di daerah memiliki pemahaman yang sejajar mengenai pentingnya akurasi data.
“Tema kita hari ini ‘Data Tangguh, Kemiskinan Lumpuh’, bukan sekadar slogan. Data tangguh berarti data yang akurat, mutakhir, dan objektif. Dengan pendampingan dari Pusdatin, kita ingin intervensi pemerintah benar-benar tepat sasaran,” tegas Nurkanaah.
Lebih jauh, ia memperingatkan tentang dampak fatal yang bisa ditimbulkan dari kesalahan pendataan.
Menurutnya, ketidakteraturan data merupakan pintu gerbang menuju ketidakadilan, di mana warga miskin yang benar-benar membutuhkan justru berpotensi luput dari daftar penerima bantuan.
“Jika data kita tidak akurat, maka kebijakan yang diambil juga akan keliru. Ini yang harus kita hentikan melalui sistem DTSEN yang terintegrasi,” tambahnya.
Nurkanaah juga secara khusus memberikan penekanan kepada para pemangku kepentingan serta pelaksana di lapangan agar senantiasa menjaga integritas selama proses pendataan berlangsung.
Ia mewanti-wanti agar praktik manipulasi data tidak lagi terjadi di wilayah Sidrap.
“Saya tegaskan, jangan ada lagi data titipan. Kualitas data dimulai dari kejujuran di tingkat desa dan kelurahan. Pastikan proses verifikasi dan validasi berjalan dengan baik melalui musyawarah desa maupun kelurahan, bukan sekadar formalitas,” pesannya dengan lugas.
Khusus kepada para operator SIKS-NG, Wakil Bupati memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas peran mereka sebagai ujung tombak pengolahan data, baik di tingkat daerah maupun pusat.
“Jari kalian menentukan nasib masyarakat miskin di Sidrap. Pelajari materi dengan sungguh-sungguh dan pahami regulasi terbaru agar data yang diinput sinkron dengan sistem pusat,” lontar Nurkanaah memberikan motivasi.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial Sidrap, Wahidah Alwi, turut menambahkan bahwa tujuan utama digelarnya sosialisasi ini adalah untuk menyatukan persepsi dan pemahaman terkait instrumen DTSEN.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mengoordinasikan langkah strategis demi meningkatkan kualitas data agar bantuan sosial tersalurkan tepat sasaran.
“Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan keterampilan teknis para operator dalam mengoperasikan instrumen DTSEN serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan,” tutup Wahidah Alwi.












