LifestyleRagam

Belajar dari Negeri Sakura, Atasi Sampah Indonesia

×

Belajar dari Negeri Sakura, Atasi Sampah Indonesia

Sebarkan artikel ini
Belajar dari Negeri Sakura, Atasi Sampah Indonesia
Praktik pemilahan sampah untuk didaur ulang di Jepang. Sumber: micoope.com, 2023

SINDOSULSEL.COM, Ragam – Dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045, pengelolaan sampah menjadi tantangan penting yang harus segera diatasi.

Dengan proyeksi menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia, kebersihan dan keberlanjutan lingkungan menjadi syarat utama untuk mewujudkan visi ini.

Salah satu negara yang patut dijadikan inspirasi adalah Jepang, yang berhasil menerapkan kebijakan dan teknologi pengelolaan sampah yang efektif serta menggerakkan masyarakatnya untuk turut serta menjaga kebersihan lingkungan.

Jepang dikenal sebagai negara dengan sistem pengelolaan sampah yang disiplin dan partisipatif.

Dalam sistem ini, masyarakat berperan aktif dan sadar akan tanggung jawab mereka untuk memilah dan mengelola sampah secara tepat.

Tidak hanya mengandalkan teknologi tinggi, Jepang juga mengedepankan edukasi publik yang berkesinambungan.

Anak-anak diajarkan sejak dini untuk memilah sampah dengan benar dan memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Selain itu, pemerintah Jepang menetapkan jadwal pembuangan sampah yang ketat, dengan pengaturan khusus untuk jenis sampah yang berbeda, seperti sampah organik, plastik, dan sampah daur ulang.

Pendekatan ini membuat masyarakat terbiasa memilah dan mengelola sampah, menciptakan perilaku kolektif yang mendukung lingkungan yang lebih bersih.

Bayangkan jika hal serupa bisa diterapkan di Indonesia—bagaimana ini bisa mengubah wajah kota-kota besar seperti Jakarta atau Surabaya dalam mewujudkan impian Indonesia Emas yang bersih dan nyaman untuk ditinggali.

Baca  Pemkot Palopo Gelar Kerja Bakti Massal di Benteng

Sejak 1995, Jepang mengesahkan Undang-Undang untuk Promosi Pengumpulan Sortir dan Daur Ulang Wadah dan Pengemasan yang mendorong pemerintah daerah untuk mengumpulkan dan mendaur ulang sampah dengan lebih efisien.

Inisiatif ini didukung dengan penggunaan teknologi modern, termasuk pengembangan mesin yang mampu mengolah botol plastik menjadi bahan yang bernilai tambah tinggi.

Selain itu, Jepang memberlakukan sistem Extended Producer Responsibility (EPR), yang mewajibkan produsen bertanggung jawab atas produk mereka bahkan hingga tahap pembuangan akhir.

Kebijakan ini mendorong produsen untuk merancang produk yang lebih ramah lingkungan, mengurangi volume sampah, dan meningkatkan efisiensi daur ulang.

Indonesia juga bisa mengadopsi prinsip EPR, di mana produsen bertanggung jawab atas pengelolaan produk mereka hingga menjadi sampah.

Jika diterapkan dengan tepat, kebijakan ini akan mendorong produsen di Indonesia untuk berinovasi dalam merancang produk yang ramah lingkungan, sekaligus mengurangi beban sampah yang mengotori lahan dan laut.

Untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, pengelolaan sampah yang berkelanjutan harus menjadi salah satu prioritas nasional.

Dengan dukungan kebijakan yang tegas, teknologi yang memadai, dan peran aktif masyarakat, Indonesia memiliki potensi untuk mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang efektif.